Skip to main content

Peta Genetik Dampak Kawin Campur dengan Denisovan dan Neanderthal

Penelitian ~ Leluhur Anda kawin lebih dari sekali dengan manusia kuno misterius dan guratan di lanskap genetik mengungkap biaya berkembang biak dengan spesies nenek moyang berbeda.

Harta peninggalan leluhur tampak seperti tulang jari biasa, tapi ketika sekuen DNA diekstrak pada tahun 2010 terungkap silsilah sekelompok manusia purba misterius yang tidak telihat sebelumnya yaitu hominin Denisova.

Manusia modern membawa DNA Denisova yang berarti di beberapa titik di masa lalu mereka kawin dan memiliki anak. Tapi pekan ini para ilmuwan melaporkan semua cinta memiliki beberapa konsekuensi gelap termasuk anak laki-laki cenderung mandul.

Laporan sebelumnya juga menunjukkan bahwa hampir semua orang-orang non-Afrika hari ini memiliki beberapa DNA Neanderthal, sementara beberapa orang terutama orang-orang dari Oceania juga memiliki DNA Denisova.


Sampel 257 genom dari 120 populasi non-Afrika di seluruh dunia mengkonfirmasi temuan sebelumnya bahwa di antara penduduk asli hidup saat ini di Papua Nugini, Australia dan untaian pulau sekitarnya memiliki 3% dan 6% DNA Denisova bersama 2% DNA Neanderthal.

Manusia modern kawin dengan Denisovan sekitar 100 generasi setelah berpisah dengan Neanderthal dan laki-laki yang kebetulan membawa DNA hominin Denisova atau Neanderthal di bagian genom tidak berhasil dalam hal memproduksi keturunan yang lain.

Jurnal : Sriram Sankararaman et al. The Combined Landscape of Denisovan and Neanderthal Ancestry in Present-Day Humans, Current Biology, March 28, 2016, DOI:10.1016/j.cub.2016.03.037

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…