Skip to main content

Strain Ragi Menjelajahi Dunia Menumpang Kopi dan Kakao

Penelitian ~ Ketika menjelajahi seluruh dunia, manusia tidak hanya membawa tanaman dan hewan tapi juga ragi. Seperti rasa kopi dan cokelat, ragi menumpang migrasi manusia.

Ragi beragam memberkahi biji kopi dan kakao ketika barista menyajikan secangkir hangat sehingga kaya rasa hanya ditemukan di tanah terroir klasik paling bersejarah dalam kenikmatan dibalik nature dan nurture.

Ketika menjelajahi seluruh dunia, manusia tidak cukup hanya mengangkut tanaman dan hewan karena ragi juga ikut serta membawa sahabat bahwa Anda menerima mikroba lebih jauh dari saat ini tertuang dalam kopi dan cokelat.

Sebelum ke panggung global, tanaman kopi berasal dari Ethiopia, sementara kakao pertama kali dibudidaya di Amazon yang keduanya mengalami fermentasi sebelum terpanggang. Ragi liar dan mikroba yang hidup mencerna pulp yang melapisi biji, mengubah rasa dan warna.

Pertanyaan muncul apakah ragi produk dari tanaman geografi saat ini ataukah memiliki akar asli yang jauh berbeda? Para ilmuwan pekan lalu melaporkan gongseng biji kopi dan kakao dari 27 negara dan menganalisa gen ragi.

"Ada bagian-bagian besar dunia yang pada dasarnya tanpa sampel," kata Aimee Dudley, genetikawan Pacific Northwest Diabetes Research Institute di Seattle, Washington.

"Mereka termasuk sebagian besar di wilayah-wilayah Amerika Tengah dan Selatan, Afrika, Asia, Indonesia dan benar-benar sebagian besar di belahan Bumi selatan," kata Dudley.

Sementara ragi roti Saccharomyces cerevisiae adalah jamur bersel tunggal yang digunakan dalam produksi banyak makanan fermentasi dan minuman termasuk anggur dan bir sejak zaman klasik, ragi kopi dan kakao bahkan lebih beragam.

S. cerevisiae juga alat yang sangat diperlukan di laboratorium karena mereproduksi cepat dan tumbuh subur dalam kondisi terkontrol yang menyumbang data penting teori evolusi, genetika dan bioteknologi.

Jurnal : Catherine L. Ludlow et al. Independent Origins of Yeast Associated with Coffee and Cacao Fermentation, Current Biology, March 24, 2016, DOI:10.1016/j.cub.2016.02.012

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…