Tuesday, March 29, 2016

Strain Ragi Menjelajahi Dunia Menumpang Kopi dan Kakao

Penelitian ~ Ketika menjelajahi seluruh dunia, manusia tidak hanya membawa tanaman dan hewan tapi juga ragi. Seperti rasa kopi dan cokelat, ragi menumpang migrasi manusia.

Ragi beragam memberkahi biji kopi dan kakao ketika barista menyajikan secangkir hangat sehingga kaya rasa hanya ditemukan di tanah terroir klasik paling bersejarah dalam kenikmatan dibalik nature dan nurture.

Ketika menjelajahi seluruh dunia, manusia tidak cukup hanya mengangkut tanaman dan hewan karena ragi juga ikut serta membawa sahabat bahwa Anda menerima mikroba lebih jauh dari saat ini tertuang dalam kopi dan cokelat.

Sebelum ke panggung global, tanaman kopi berasal dari Ethiopia, sementara kakao pertama kali dibudidaya di Amazon yang keduanya mengalami fermentasi sebelum terpanggang. Ragi liar dan mikroba yang hidup mencerna pulp yang melapisi biji, mengubah rasa dan warna.

Pertanyaan muncul apakah ragi produk dari tanaman geografi saat ini ataukah memiliki akar asli yang jauh berbeda? Para ilmuwan pekan lalu melaporkan gongseng biji kopi dan kakao dari 27 negara dan menganalisa gen ragi.

"Ada bagian-bagian besar dunia yang pada dasarnya tanpa sampel," kata Aimee Dudley, genetikawan Pacific Northwest Diabetes Research Institute di Seattle, Washington.

"Mereka termasuk sebagian besar di wilayah-wilayah Amerika Tengah dan Selatan, Afrika, Asia, Indonesia dan benar-benar sebagian besar di belahan Bumi selatan," kata Dudley.

Sementara ragi roti Saccharomyces cerevisiae adalah jamur bersel tunggal yang digunakan dalam produksi banyak makanan fermentasi dan minuman termasuk anggur dan bir sejak zaman klasik, ragi kopi dan kakao bahkan lebih beragam.

S. cerevisiae juga alat yang sangat diperlukan di laboratorium karena mereproduksi cepat dan tumbuh subur dalam kondisi terkontrol yang menyumbang data penting teori evolusi, genetika dan bioteknologi.

Jurnal : Catherine L. Ludlow et al. Independent Origins of Yeast Associated with Coffee and Cacao Fermentation, Current Biology, March 24, 2016, DOI:10.1016/j.cub.2016.02.012
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment