Wednesday, March 23, 2016

Gelombang Kejut Supernovae Tipe II-P Pertama Dalam Cahaya Tampak

Penelitian ~ Gelombang kejut Type II-P Supernovae terlihat dengan cahaya tampak untuk pertama kalinya setelah memilah data 3 tahun yang dikumpulkan NASA Kepler.

Pergolakan kematian di akhir hayat bintang KSN2011a terlihat dengan cahaya tampak untuk pertama kalinya memberi cahaya segar yang membuka jendela misteri bagi para astronom yang telah lama membingungkan.

Gelombang kejut berjerawat dan kilatan cahaya bintang besar sebelum meledak menjadi Supernovae Tipe II-P memuntahkan semua atom berat dari dalam gudang ke seluruh penjuru alam semesta momen yang paling ditunggu menampakkan diri.

Sebuah proses peristiwa kosmik yang telah lama terbukti sulit disaksikan dan meninggalkan para ilmuwan frustrasi hanya menebak berdasarkan rumus matematika bagaimana hal itu terjadi akhirnya bisa dilakukan menggunakan data observasi.

Data yang dikumpulkan pada tahun 2011 menunjuk dimulainya 2 supernova yang berpotensi menangkap adegan penting tapi hanya 1 bintang tampaknya memiliki shockwave yang diduga riak di permukaan dan benar-benar ledakan supernova.

Sebagaimana Carl Sagan tertegun memandang langit yang mengirim perak, nikel dan tembaga ke Bumi dari pergolakan ledakan bintang, nitrogen dalam DNA, kalsium dalam gigi, zat besi dalam darah bahwa Anda adalah mainan bintang.

Ketika bintang melebihi 8 kali massa Matahari mencapai akhir hidup, core runtuh seketika dan memicu ledakan raksasa di mana amplop hidrogen substansial bertahan di sekitar bintang menjadi supernova jenis II-P.

Sementara roda kendali sudah rusak, observatorium Kepler masih mampu mengamati perkembangan peristiwa spektakuler yang berlangsung selama 20 menit dan membuka lebar pengamatan supernova lainnya.



Para ilmuwan pekan lalu melaporkan pengawasan dengan memilah-milah data 3 tahun yang direkam NASA Kepler Space Telescope dan melihat gelombang kejut pelarian partikel fisika meskipun hanya 1 dari 2 bintang meledak yang diamati.

"Kami selalu berpikir mekanisme fisik yang memungkinkan bintang meledak. Kita frustrasi belum pernah melihat hal ini terjadi sebelumnya," kata Brad Tucker, astofisikawan Australian National University.

"Gravitasi runtuh core kolaps dan ketika tekanan terlalu banyak, Anda melihat bintang neutron sebagaimana sisa energi rebound penyebab bintang meledak. Kita selalu memikirkannya tapi belum pernah melihat terjadi," kata Tucker.

Meskipun teleskop x-ray mampu melihat, gelombang yang nampak tidak pernah detail bahwa fakta supernova yang terlihat oleh Kepler membuka upaya-upaya metode baru untuk memperjelas berbagai teori.

Ketika supernova membual gelombang kejut, bintang mengelembung 500 kali jarak Matahari-Bumi dalam kilatan energi selama 20 menit. Tidak ada jalan lain selain kamera terus memantau langit dan kewaspadaan Kepler memungkinkan astronom jadi saksi ledakan komplit.

Referensi : P. M. Garnavich et al. Shock Breakout and Early Light Curves of Type II-P Supernovae Observed with Kepler, arXiv, Tanggal, arXiv:1603.05657
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment