Tuesday, March 22, 2016

Evolusi Super Cepat, Spesiasi Simpatrik Ikan Stickleback Satu Danau

Penelitian ~ Evolusi super cepat membelah ikan menjadi 2 spesies di danau yang sama. Kawin campur tidak menyurutkan dua masyarakat semakin terpisah dan bersifat berbeda.

Populasi ikan stickleback berkembang biak di air yang sama terbelah menjadi 2 spesies terpisah di depan mata pada kecepatan sangat cepat setelah diperkenalkan ke Danau Constance di Swiss sebagai kedipan mata dalam evolusi.

Riwayat 150 tahun adalah sekejap mata ketika wader membelah menjadi 2 jenis terpisah di mana 1 hidup di danau utama dan 1 hidup di sungai yang mengalir ke dalamnya benar-benar bercabang menjadi dua mahkluk terpisah.

Penghuni danau utama bertubuh lebih besar dengan duri panjang dan baju besi lebih keras. Secara teori perbedaan-perbedaan disebabkan gaya hidup, ikan di danau beradaptasi lebih panjang dan tumbuh lebih besar.

Para ilmuwan melaporkan temuan luar biasa atas analisis genetika sekelompok ikan yang masih melakukan kawin campur, namun membelah menjadi 2 jenis yang berbeda cukup jelas secara genetik dan fisik.

"Kita bisa langsung melihat sekilas dari awal 2 spesies," kata David Marques, ekolog University of Bern.

Pandangan konvensional menyatakan spesiasi selalu membutuhkan 2 populasi terpisah secara fisik untuk mencegah perkawinan, hidup di sisi yang berbeda terpisah gunung atau di pulau-pulau yang berbeda.

Jika keduanya kawin maka terjadi proses percampuran varian gen dari ibu dan ayah ketika dikocok bersama menjadi generasi mendatang. Selama kawin silang terus dilakukan maka tidak mungkin 2 kelompok memilik perbedaan sifat.

Tapi Marques menemukan perbedaan genetik keduanya terkonsentrasi pada bagian-bagian kromosom yang cenderung menjalani rekombinasi. Set varian gen yang memberi karakteristik berbeda cenderung semakin memisahkan keduanya.

Tidak tahu pasti sampai kapan stickleback Danau Constance terus mengvolusi diri sampai menjadi 2 spesies tanpa kawin campur. Tetapi bukti spesiasi simpatrik terjadi pada tikus mol di Israel hingga Pulau Lord Howe di Australia.

Belatung apel berevolusi dari belatung semak hanya dalam 2 abad ketika apel pertama kali dibudidaya ke Amerika Utara dan kutu busuk resisten terhadap pestisida adalah contoh-contoh bahwa evolusi cepat mungkin norma umum.

Jurnal : David A. Marques et al. Genomics of Rapid Incipient Speciation in Sympatric Threespine Stickleback, PLoS Genetics, February 29, 2016, DOI:10.1371/journal.pgen.1005887
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment