Skip to main content

Evolusi Super Cepat, Spesiasi Simpatrik Ikan Stickleback Satu Danau

Penelitian ~ Evolusi super cepat membelah ikan menjadi 2 spesies di danau yang sama. Kawin campur tidak menyurutkan dua masyarakat semakin terpisah dan bersifat berbeda.

Populasi ikan stickleback berkembang biak di air yang sama terbelah menjadi 2 spesies terpisah di depan mata pada kecepatan sangat cepat setelah diperkenalkan ke Danau Constance di Swiss sebagai kedipan mata dalam evolusi.

Riwayat 150 tahun adalah sekejap mata ketika wader membelah menjadi 2 jenis terpisah di mana 1 hidup di danau utama dan 1 hidup di sungai yang mengalir ke dalamnya benar-benar bercabang menjadi dua mahkluk terpisah.

Penghuni danau utama bertubuh lebih besar dengan duri panjang dan baju besi lebih keras. Secara teori perbedaan-perbedaan disebabkan gaya hidup, ikan di danau beradaptasi lebih panjang dan tumbuh lebih besar.

Para ilmuwan melaporkan temuan luar biasa atas analisis genetika sekelompok ikan yang masih melakukan kawin campur, namun membelah menjadi 2 jenis yang berbeda cukup jelas secara genetik dan fisik.

"Kita bisa langsung melihat sekilas dari awal 2 spesies," kata David Marques, ekolog University of Bern.

Pandangan konvensional menyatakan spesiasi selalu membutuhkan 2 populasi terpisah secara fisik untuk mencegah perkawinan, hidup di sisi yang berbeda terpisah gunung atau di pulau-pulau yang berbeda.

Jika keduanya kawin maka terjadi proses percampuran varian gen dari ibu dan ayah ketika dikocok bersama menjadi generasi mendatang. Selama kawin silang terus dilakukan maka tidak mungkin 2 kelompok memilik perbedaan sifat.

Tapi Marques menemukan perbedaan genetik keduanya terkonsentrasi pada bagian-bagian kromosom yang cenderung menjalani rekombinasi. Set varian gen yang memberi karakteristik berbeda cenderung semakin memisahkan keduanya.

Tidak tahu pasti sampai kapan stickleback Danau Constance terus mengvolusi diri sampai menjadi 2 spesies tanpa kawin campur. Tetapi bukti spesiasi simpatrik terjadi pada tikus mol di Israel hingga Pulau Lord Howe di Australia.

Belatung apel berevolusi dari belatung semak hanya dalam 2 abad ketika apel pertama kali dibudidaya ke Amerika Utara dan kutu busuk resisten terhadap pestisida adalah contoh-contoh bahwa evolusi cepat mungkin norma umum.

Jurnal : David A. Marques et al. Genomics of Rapid Incipient Speciation in Sympatric Threespine Stickleback, PLoS Genetics, February 29, 2016, DOI:10.1371/journal.pgen.1005887

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…