Saturday, March 19, 2016

Genom Melanesia Membawa 1,9 Hingga 3,4 persen DNA Denisovan

Penelitian ~ Kepulauan Pasifik mendapat akun ganda DNA Zaman Batu. Hanya genom Melanesian yang dikenal mewarisi DNA substansial dari Neanderthal dan Denisovan sekaligus.

Genom manusia di pulau-pulau Pasifik yang mencakup Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Fiji, Vanuatu dan Kaledonia Baru membawa warisan DNA nuklir kuno tumpang tindih dengan hominin punah Homo neanderthalensis dan Denisovan.

DNA hominin Denisova ditemukan dalam genom Melanesia modern menyatakan bahwa Pasifik islander berbagi fragmen kode genetik dengan dua spesies manusia awal sekaligus yaitu Denisovan yang jasadnya ditemukan di Siberia dan Neanderthal yang pertama kali ditemukan di Eropa.

Melanesia hari ini membawa warisan genetik dua arah sekaligus dari perkawinan kuno yang terlibat dalam fungsi biologi mencakup metabolisme dan kekebalan yang cukup penting mempengaruhi keberhasilan evolusi manusia purba yang sudah punah.

Sementara survei sebelumnya mendokumentasikan bahwa orang non-Afrika termasuk Melanesia membawa rata-rata 1,5 hingga 4 persen DNA Neanderthal, Melanesia juga mendapatkan DNA hominin sepupu misterius Denisovan sebesar 1,9 hingga 3,4 persen.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan analisis DNA dari 35 Melanesian modern di 11 lokasi Kepulauan Bismarck dan fosil fragmentaris tulang jari seorang wanita dating 50.000 tahun yang ditemukan di gua Siberia untuk mencari tanda tangan perkawinan kuno dalam genom.

"Hibridisasi leluhur kuno dengan beberapa salinan gen menguntungkan cukup membantu untuk bertahan hidup dan bereproduksi sehingga tersebar di seluruh dunia," kata Joshua M. Akey, genomikawan University of Washington di Seattle.

Sekuen DNA Neanderthal dan Denisovan yang diwariskan mencakup beberapa gen terkait metabolisme yang mempengaruhi hormon peningkatan kadar glukosa darah, sistem kekebalan tubuh dan kerusakan kimia lipid.

Tidak ada tanda-tanda DNA Neandertal atau Denisovan yang terlibat dalam perkembangan otak Melanesia yang berarti genetika otak terkait apakah lebih baik atau lebih buruk tampaknya proses murni di sepanjang jalur evolusi manusia.

Sampai hari ini sejarah evolusi Denisovan masih kurang dipahami. Perbandingan DNA sebelumnya menyatakan Denisovan harus sudah mencapai Wallace Line sebagai nenek moyang yang membesarkan Melanesia.

Perkawinan Homo sapiens dengan Denisovan mungkin hanya terjadi sekali, tapi pertukaran genetik dengan Neanderthal setidaknya 3 kali. Perkiraan berasal dari perbandingan sekuen DNA individu dengan manusia modern di berbagai belahan dunia.

Lebih dari 100.000 tahun lalu H. sapiens keluar dari Afrika menuju Eurasia bukan manusia pertama yang melakukan perjalanan. Spesies manusia lain sudah tersebar di seluruh Eurasia. Kelompok-kelompok berbeda bertemu dan kawin meninggalkan jejak dalam genom manusia hari ini.

Karena sekuen kuno muncul begitu sering dalam genom manusia modern, mungkin memiliki sifat menguntungkan sehingga terpilih sebagaimana H. sapiens beradaptasi dengan lingkungan baru. Seleksi alam adalah mempertahankan untung dan menghapus rugi.

"Cara efisien beradaptasi dengan kondisi lingkungan setempat cukup mengambil gen yan sudah jadi daripada menunggu munculnya mutasi baru. Jika Anda ingin membedakan manusia modern dari manusia kuno maka area ini terlihat," kata Akey.

"Genetika memberi kemampuan untuk melihat kembali ke masa lalu. Dunia hari ini cukup berbeda dari 50.000 tahun lalu. Hari ini hanya Anda yang mengisi dunia. Tapi ada campuran cukup menarik dari manusia lama," kata Akey.

Jurnal : Benjamin Vernot et al. Excavating Neandertal and Denisovan DNA from the genomes of Melanesian individuals, Science, 17 Mar 2016, DOI:10.1126/science.aad9416
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment