Friday, March 18, 2016

Geologi, Dinamika Lingkungan, Atmosfer dan Bulan di Planet Pluto

Penelitian ~ Planet Pluto menyerahkan rahasia dingin sebagai data yang dituangkan ke New Horizons dari gletser nitrogen hingga gunung es berapi yang menentang semua harapan.

Delapan bulan setelah flyby bersejarah NASA New Horizons mengambil gambar resolusi tinggi dunia kecil Pluto, 5 bulan dan lingkungan ruang yang mengelilinginya tetap memberikan kejutan.

Meskipun New Horizons melesat 50.000 kilometer per jam dan menghabiskan kurang dari 1 jam di dalam sistem Pluto, data mengembirakan diupload ke Bumi menghadirkan gambar sangat fantastis permukaan planet kerdil.

Sejauh ini pesawat ruang angkasa baru mengungkap 40% data yang dikumpulkan kembali ke Bumi, tetapi cukup untuk mengetahui bahwa sistem Pluto telah menantang sebagian besar harapan dan menguji berbagai teori.

Tim para ilmuwan di NASA melaporkan berbagai hal hasil analisis maraton kedua ke dalam 5 naskah tentang beberapa temuan tentang Planet Pluto setelah laporan pertama sebelumnya pada bulan Oktober tahun lalu.

"Seperti orang buta menjelaskan bagian-bagian gajah. Sekarang semua orang buta berkumpul dan menjelaskan gajah terintegrasi dengan pandangan global," kata Jeffrey Moore dari NASA Ames Research Center di Moffett Field, California.


Pluto dan bulan-bulannya adalah keluarga bersatu-padu yang terbentuk dari tabrakan dahsyat 4 miliar tahun lalu. Pluto dan Charon terbentuk ketika tubuh yang lebih besar membentur proto-Pluto mirip Bumi dan Lunar terbentuk.

Tapi tidak jelas apakah 4 bulan yang lebih kecil yaitu Styx, Nix, Kerberos dan Hydra terbentuk dalam kecelakaan yang sama ataukah mereka ditangkap ke dalam orbit Pluto di kemudian hari.

New Horizons mengungkap permukaan cerah bahwa keempatnya sebagian besar terdiri es mirip Pluto dan Charon, tapi tidak seperti banyak benda di sabuk Kuiper lain yang mendukung teori bahwa bulan-bulan kecil adalah kerikil sisa-sisa tabrakan Charon.

Keempat bulan kecil berputar cepat dan asinkron, sedangkan Pluto dan Charon terkunci dalam tarian tatap muka. Pluto juga cryo-vulkanis aktif, sementara Charon tampaknya telah mati miliaran tahun lalu setelah periode singkat letusan.

Kejutan terbesar adalah kekuatan Pluto memegang atmosfernya karena secara teori dunia kecil tidak memiliki massa untuk menjaga atmosfir di atas usia tata surya bahwa data mulai mengungkap kisah di balik geologi kompleks di luar pemikiran.


Sementara dataran Sputnik Planum terlihat halus dan segar setelah 4 miliar tahun deep freeze, dataran tinggi terdekat jenuh dengan kawah. Selamat datang di dunia aneh yang benar-benar menakjubkan betapa banyak proses geologi berbeda terjadi di Pluto.

Nitrogen, metana dan karbon monoksida menjalani siklus berkesinambungan di antara es dan gas pada suhu -243 hingga -223 Celcius. Elevasi Sputnik Planum 3 hingga 4 kilometer mengumpulkan materi kimia yang mudah menguap ke atmosfer tipis.

Lembah sedalam 1 kilometer dan lebar 25 kilometer di mana gletser tampaknya berjalan turun ke dataran rendah mirip di Mars dan Titan. Para ilmuwan tidak yakin apakah es nitrogen berat terkikis air lebih ringan untuk menciptakan depresi.

Gletser lembut sebagian besar es nitrogen menjaga dataran tetap halus meskipun es padat dari nitrogen sehingga di beberapa tempat dengan potongan-potongan mengapung di atas batuan dasar gletser.

Kombinasi gletser dengan kompoisi 90% nitrogen menciptakan beberapa interaksi aneh. Para ilmuwan tidak berpikir volatil es lembut bisa membangun pegunungan setinggi beberapa kilometer sampai New Horizons melihat dari dekat.



Daerah lain tetap primordial. Gelap di timur yaitu Cthulhu Regio jenuh dengan kawah. Para ilmuwan curiga terbentuk selama Late Heavy Bombardment yang berlangsung 4 miliar tahun lalu ketika komet dan asteroid menghujani Tata Surya.

"Ketika Anda mengeluarkan semua material ini dalam sandbox besar, hal-hal aneh dan indah terjadi," kata Will Grundy dari Observatorium Lowell di Flagstaff, Arizona.

Jurnal :

G. Randall Gladstone et al. The atmosphere of Pluto as observed by New Horizons, Science, 18 Mar 2016, DOI:10.1126/science.aad8866

H. A. Weaver et al. The small satellites of Pluto as observed by New Horizons, Science, 18 Mar 2016, DOI:10.1126/science.aae0030

F. Bagenal et al. Pluto’s interaction with its space environment: Solar wind, energetic particles, and dust, Science, 18 Mar 2016, DOI:10.1126/science.aad9045

W. M. Grundy et al. Surface compositions across Pluto and Charon, Science, 18 Mar 2016, DOI:10.1126/science.aad9189

Jeffrey M. Moore et al. The geology of Pluto and Charon through the eyes of New Horizons, Science, 18 Mar 2016, DOI:10.1126/science.aad7055
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment