Langsung ke konten utama

Data Baru HARPS Meredupkan Penjelasan Bintik Cerah Planet Ceres

Penelitian ~ Data baru memperdalam misteri titik terang Planet Ceres. Plot berkilauan ditangkap NASA Dawn yang sedikit terkuat tampaknya ada yang lebih membingungkan.

Bintik terang misterius Planet Kerdil redup tiba-tiba. Planet Ceres selebar 950 kilometer adalah benda terbesar di sabuk asteroid yaitu kerumunan disk berbatu di antara orbit Mars dan Jupiter kembali tenggelam dalam teka-teki.

Patch berkilauan yang ditangkap orbiter NASA Dawn ketika berkunjung tahun lalu yang menyebabkan kalangan ilmiah berebut untuk menjelaskan fenomena tetap tidak bergeming dalam petak umpet.

Meskipun pada bulan Desember tahun lalu sebuah tim melaporkan bahwa mereka dengan gembira telah menemukan penjelasan bukti patch terang di planet kerdil terbentuk dari hidrasi magnesium sulfat, data baru cepat memadamkannya.

Mekanisme kabut dalam kawah Occator selebar 90 kilometer dengan emisi debu, partikel es dan uap air yang dihasilkan sinar Matahari ketika memanaskan lapisan permukaan pada siang hari bukan keseluruhan cerita.

Para ilmuwan pekan lalu menggunaka spektrograf High Accuracy Radial velocity Planet Searcher (HARPS) menyatakan misteri titik terang tetap dalam berkas perkara bahwa tempat cerah dan peredupan ketika menghangat dan mendingin tidak terjadi dalam keteraturan.

"Begitu probe Dawn mengungkap titik terang misterius di permukaan Ceres, saya langsung berpikir efek yang sama dari Bumi," kata Paolo Molaro, astronom INAF-Trieste Astronomical Observatory.



"Ceres berputar menghadap Bumi dan kemudian surut lagi yang mempengaruhi spektrum sinar Matahari yang dipantulkan ketika tiba ke Bumi. Kecerahan berfluktuasi yang tidak diprediksi berdasarkan orbit Ceres," kata Molaro.

"Kami menemukan perubahan spektrum berdasarkan rotasi Ceres, tetapi dengan variasi lain yang cukup fluktuatif dari malam ke malam," kata Molaro.

Pada bulan Juli, pengamatan semalam menyarankan bintik-bintik yang berubah mungkin disebabkan beberapa penguapan molekul saat matahari menghangatkan permukaan planet. Tapi pengamatan pada bulan Agustus tidak muncul perubahan tersebut.

"Ceres berputar setiap 9 jam dan perhitungan efek yang disebabkan oleh rotasi ini sangat kecil dari 20 km per jam. Tapi gerakan ini cukup besar untuk diukur melalui efek Doppler dengan instrumen presisi tinggi seperti HARPS," kata Molaro.

Para ilmuwan perlu lebih banyak data untuk mencari tahu mengapa fluktuasi terjadi. Jika Ceres benar-benar secara aktif menciptakan dan menguapkan beberapa jenis es berarti dunia lebih dingin dan lebih aktif dalam geologi dari perhitungan sebelumnya.

Rujukan : P. Molaro et al. Daily variability of Ceres' Albedo detected by means of radial velocities changes of the reflected sunlight, arXiv, Submitted on 10 Feb 2016, arXiv:1602.03467

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…