Saturday, March 12, 2016

Persaingan Konstan Hominin dan Karnivora Di Olduvai Gorge Tanzania

Penelitian ~ Habitat leluhur manusia menunjuk bahwa hidup bukan piknik. Rekonstruksi inovatif pertama lanskap kuno Afrika Timur peraduan leluhur 1,8 juta tahun lalu.

Di Tanzania 1,8 juta tahun lalu leluhur manusia verus karnivora sampai mati untuk akses air tawar, tempat tinggal dan makanan daging bahwa situasi persaingan konstan adalah ekologi primer hominin awal.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan hasil analisis biomarker 71 sampel tanah yang terkubur di area 25.000 meter persegi di situs habitat manusia kuno Olduvai Gorge untuk membedakan berbagai jenis tanaman.

Olduvai Gorge yang membantang di Tanzania adalah halaman nenek moyang manusia yang tampak masih asli persilangan pra manusia dengan akses makanan dan air bahkan membuat banyak alat-alat batu dengan ujung tajam.

"Tapi hidup sulit. Kehidupan sangat berbahaya dalam kompetisi terus-menerus dengan karnivora untuk sumber makanan," kata Gail Ashley, geolog Rutgers University.

Sejak tahun 1994 Ashley dan para ilmuwan hati-hati merekonstruksi lanskap manusia awal pada skala halus menggunakan proksi karakteritik tanaman dan bukti organik lain yang dikumpulkan di lokasi.

Rekonstruksi lanskap membantu para ilmuwan mengembangkan model seperti apa manusia awal, bagaimana mereka hidup, bagaimana mendapatkan protein, apa yang diminum, perilaku dan lain-lain.

Pada tahun 1959 Mary Leakey menemukan ribuan tulang hewan dan alat batu. Penggalian satu dekade terakhir mengumpulkan berbagai sampel tanah dan isotop karbon menunjuk kandungan air tawar, lahan basah dan hutan semi padang rumput.


"Kami memeta tanaman di lanskap terkait manusia dan alat-alat batu. Ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Pemetaan dengan analisis tanah dalam satu geologi dimana tulang-tulang dua spesies hominin berbeda," kata Ashley.

Paranthropus boisei bertulang besar tapi otak kecil dan Homo habilis bertulang kecil tapi memiliki otak besar dan lebih sinkron di cabang pohon evolusioner manusia modern. Keduanya mungkin memiliki rentang hidup 30 sampai 40 tahun.

Hutan teduh pohon palem dan akasia bukan tempat berkemah hominin karena konsentrasi tinggi tulang mungkin bangkai yang diperoleh dari tempat lain dan daging dimakan di hutan untuk keselamatan.

Gunung berapi sekitar 10 mil dari situs sesekali memuntahkan banyak abu yang benar-benar menyelimuti lanskap mengawetkan ribuan tulang jerapah, gajah, wildebeest dan antelop.

Hominin mungkin membunuh hewan atau memulung sisa-sisa daging dan bersaing dengan karnivora termasuk singa, macan tutul dan hyena yang juga menjadi ancaman bagi keselamatan hominin itu sendiri.

"Saya tidak berpikir hominin tinggal di sana, tapi mengambil keuntungan dari sumber air tawar yang berada di dekatnya," kata Ashley.


"Antropolog sudah mulai memiliki beberapa hipotesis apakah hominin aktif berburu untuk sumber daging atau apakah mereka mengais-ngais sisa yang ditinggalkan singa dan hyena," kata Ashley.

"Subyek makan daging adalah pertanyaan penting untuk mendefinisikan penelitian terkini tentang hominin. Kita tahu peningkatan volume otak terkait lebih banyak konsumsi protein," kata Ashley.

Jurnal : Clayton R. Magill et al. Dietary options and behavior suggested by plant biomarker evidence in an early human habitat, Proceedings of the National Academy of Sciences, February 22, 2016, DOI:10.1073/pnas.1507055113
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment