Skip to main content

Masyarakat Curang Membantuk Negara Korup dan Sebaliknya

Penelitian ~ Masyarakat yang korup mendorong negara korup. Norma-norma sosial yang penuh penipuan politik, korupsi dan penggelapan pajak diturunkan dari individu pembohong.

Ketika Anda memutuskan untuk "Setuju" berbohong kemungkinan besar Anda juga menemukan orang-orang dalam posisi kekuasaan melakukan hal yang sama bahwa Anda hidup dalam standar norma dalam masyarakat.

Orang lebih cenderung untuk berbohong jika mereka tinggal di negara dengan tingkat korupsi tinggi di mana lembaga-lembaga masyarakat juga diisi dengan orang-orang yang memiliki impunitas kecurangan.

Ketika Anda dikelilingi sampah dan tembok grafiti, Anda lebih cenderung menjatuhkan sampah dengan cara yang sama. Orang lebih cenderung melanggar aturan jika di sekitar mereka juga berisi orang-orang yang melanggar aturan.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan analisis kejujuran intrinsik dan prevalensi pelanggaran aturan bahwa orang-orang dari masyarakat yang lebih korup cenderung lebih tidak jujur dibanding masyarakat yang taat aturan.

"Ini adalah eksperimen sederhana di mana Anda diminta menunjukkan kartu mati. Jika seseorang jujur, maka semua anggota kelompok juga jujur," kata Simon Gächter, ekonom University of Nottingham.

Eksperimn dilakukan di 23 negara yang berbeda dalam tingkat korupsi. Lebih dari 2.500 orang dites untuk melihat bagaimana tingkat kejujuran ketika berada dalam situasi di mana orang lain tidak tahu.

"Kita tidak bisa mengatakan setiap individu apakah berbohong atau jujur. Tetapi dalam sekelompok orang, kita dapat menilai hukum statistik," kata Gächter.

Ketidakjujuran terbentuk atas pembenaran dalam masyarakat dan apa yang terjadi di sekeliling kehidupan sehari-hari. Jika Anda hidup dalam masyarakat di mana semua orang melanggar aturan sepanjang waktu, maka Anda lebih mungkin juga melakukannya.

"Temuan ini memberikan kita gambaran lebih besar tentang universalitas karakter yang berbeda. Citra diri jujur dan tidak jujur mengacu pada apa yang mereka lihat dalam lingkungan," kata Gächter.

Lembaga yang lemah memungkinkan banyak korupsi dan pelanggaran aturan lain tidak hanya memiliki konsekuensi ekonomi yang merugikan masyarakat, tetapi juga mempengaruhi kejujuran intrinsik masyarakat.

"Teori kejujuran memprediksi batas keinginan untuk mempertahankan citra diri yang positif sebagai orang jujur," kata Gächter.

Jurnal : Simon Gächter & Jonathan F. Schulz. Intrinsic honesty and the prevalence of rule violations across societies, Nature, 09 March 2016, DOI:10.1038/nature17160

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…