Tuesday, March 8, 2016

Menu Serangga Kutu Busuk Encosternum delegorguei Kaya Nutrisi

Penelitian ~ Di pedesaan Zimbabwe dan Afrika bagian selatan kutu busuk Encosternum delegorguei dirontok dari pohon, direbus dengan garam dan dimakan sebagai camilan.

Bermasalah di satu benua tidak menggangu di benua lain. Kutu busuk E. delegorguei meningkatkan kesehatan dan gizi di Afrika sebagai sumber pangan alternatif yang membantu memenuhi tuntutan seiring peningkatan jumlah manusia.

Sementara menu mainstream di Kabupaten Gunung Kidul terkenal belalang goreng, kuliner di Afrika lebih berani menghidangkan lauk pauk kutu busuk dengan tiga tingkatan rasa sesuai selera yaitu tidak pedas, sedengan dan sangat pedas.

Setelah menghapus kelenjar bau pertahanan evolusioner, serangga dipak dengan protein tinggi. Analisis kimia mengungkap banyak protein dan 12 asam amino esensial, juga asam lemak penurun kolesterol dan beberapa antioksidan berasal dari tanaman bunga.

E. delegorguei adalah suplemen protein yang baik sebagai alternatif diet berbasis sereal yang umum di negara-negara berkembang yang penting mensukseskan implementasi kebijakan ketahanan pangan secara tepat.


Kutu busuk yang dikumpulkan dalam keranjang kayu tradisional atau tenggok gandum memberi kimia anti-inflamasi dan dosis rendah racun penyebab kanker. Jika disimpan dalam plastik bersih membuat makanan bebas toksin.

Para ilmuwan dari Kenya dan Zimbabwe pekan ini melaporkan kompoisi nutrisi serangga berkaki 6 dan memiliki antena di Jiri Forest bertepatan dengan kekhawatiran dunia atas pemanasan global akibat emisi karbon oleh tradisi peternakan konvensional.

"Rekomendasi kami diet berbasis karbohidrat dapat diperkaya kutu busuk untuk meningkatkan penyerapan gizi," kata Baldwyn Torto dari International Centre of Insect Physiology and Ecology (ICIPE) di Nairobi.

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) setidaknya dunia membutuhkan peningkatan produksi 70 persen lebih banyak makanan untuk mengisi perut 9 miliar manusia pada tahun 2050.


"Di seluruh benua Afrika beberapa makanan tradisional termasuk serangga sangat bergizi dan bermanfaat bagi kesehatan manusia dan harus dipromosikan sebagai menu mainstream," kata Torto.

"Kami lebih merekomendasikan pembuatan database semua serangga yang memungkinkan para ilmuwan menyelidiki manfaat gizi dan kesehatan untuk mengembangkan metode budidaya massa dan pengolahan," kata Torto.

Jurnal : Robert Musundire et al. Aflatoxin Contamination Detected in Nutrient and Anti-Oxidant Rich Edible Stink Bug Stored in Recycled Grain Containers, PLoS ONE, January 5, 2016, DOI:10.1371/journal.pone.0145914
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment