Monday, March 7, 2016

Kadal Cretaceous Fosil Damar Myanmar Petunjuk Evolusi Reptil

Penelitian ~ Kadal Cretaceous terkunci dalam damar memberi petunjuk evolusi reptil. Ratna mustika dating 99 juta tahun melestarikan arsip fosil reptil berkarakteristik bunglon.

Nasib buruk beberapa kadal kuno di sebuah tambang emas menyimpan informasi teoritis bahwa sisa-sisa reptil terjebak dalam damar yang membatu 99 juta tahun luar biasa rinci untuk menjelaskan sejarah evolusi kadal.

Sementara dinosaurus Spinosaurus berbobot 20 metrik ton dan raksasa lain menghentak permukaan Bumi, kadal kecil menyelinap di sela-sela tanaman angiosperma untuk mengisi missing link tokek dan bunglon dari dunia yang hilang.

Dua belas potongan harta transparan menyilaukan yang dikumpulkan di hutan tropis Myanmar begitu membanggakan berisi komponen kadal yang terperangkap dalam resin pohon selama periode Cretaceous mampu melestarikan jaringan lunak dan organ.

Fosilisasi spesimen damar tidak hanya berisi kaki, tetapi juga sebagian besar lidah. Lapisan kuning tembus pandang mencetak jejak sisik di mana tubuh berbaring. Fosil lain berisi kulit dan cakar luar biasa panjang.


Para ilmuwan pekan lalu melaporkan analisis CT scan untuk mengamati struktur internal dalam 3 dimensi ketika sedimen menyelinap ke dalam tubuh kadal selama fosilisasi dan menciptakan cetakan beberapa tulang.

"Fosil damar memberi pandangan ke dalam dunia yang hilang, mengungkap bahwa tropis Cretaceous tengah berisi fauna kadal beragam," kata Edward Stanley, herpetolog Florida Museum of Natural History.

Bantalan membungkus telapak kaki mengidentifikasi beberapa kadal seperti leluhur tokek dan bunglon. Salah satu mewakili bentuk peralihan kerabat yang lebih tua dua keturunan modern.

Satu fragmen pelestarian kulit dan kerangka bayi menjadi fosil paling mengejutkan. Tengkorak gemuk, soket mata besar dan ekor meringkuk membedakan dari kadal yang relatif lebih tua.



"Link yang hilang kira-kira 80 juta tahun lebih dari yang tertua fosil bunglon berikutnya dan menunjuk fitur seperti lidah proyektil bunglon hadir jauh sebelum keturunannya," kata Stanley.

"Tapi yang aneh jari kaki menyatu sebagai adaptasi untuk memanjat sepanjang yang berevolusi di kemudian hari. Fosil-fosil ini sebagian dari keragaman kadal dengan detail luar biasa," kata Stanley.

Jurnal : Juan D. Daza et al. Mid-Cretaceous amber fossils illuminate the past diversity of tropical lizards, Science Advances, DOI:10.1126/sciadv.1501080
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment