Saturday, March 5, 2016

Burung Membayar Nyawa Anak Untuk Pengawalan Buaya

Penelitian ~ Burung bangau, kuntul dan ibis membayar mahal untuk satpam buaya sebagai pengawal. Rawa besar Florida adalah tempat membesarkan keluarga dengan ongkos sewa nyawa.

Spesies burung bersarang di lanskep basah terus-menerus khawatir. Bandit di mana-mana. Rakun Amerika Utara (Procyon lotor) dan Possum Virginia (Didelphis virginiana) setiap saat mencuri bayi, kadang-kadang di depan orang tua sambil mengunyah keras.

Seiring waktu kuntul, bangau dan ibis yang bersarang di pulau-pulau kecil mengembangkan strategi. Mereka bersarang di dahan pohon dekat Alligator Amerika dan untuk layanan ini, buaya menuntut camilan mahal.

Buaya yang menyerang ke segala sasaran kadang-kadang menampar ekor ke pohon untuk menjatuhkan anak-anak burung. Ketika salah satu jatuh, mulut berderet gigi menunggu sebagai kesepakatan alam.

Selama bertahun-tahun bukti anekdotal menunjuk bahwa burung terlibat dalam beberapa jenis perilaku untuk menguji hipotesis apakah buaya menikmati manfaat dari tawaran strategi ekopolitik.

Hubungan antara buaya dan burung di pulau-pulau pohon Everglades Florida Water Conservation dan Palm County tidak seperti cerita kartun. Tidak ada hubungan yang harmonis karena politik tidak gratis.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan Alligator Amerika (Alligator mississippiensis) yang menghuni pulau-pulau menyediakan jasa perlindungan bagi koloni burung berisik dari ancaman predator Rakun dan possum.

"Mereka hanya mengambil keuntungan dari apa yang mereka tahu sebagai sumber makanan. Ini seperti Anda membayar pembunuh di halaman rumah untuk mencegah kucing mencuri bayi," kata Lucas Nell, ekolog University of Florida.



"Koloni spesies campuran burung arboreal bersama mamalia setengah akuatik seperti rakun dan opossum menyajikan ancaman sarang terbesar. Burung-burung ini tidak memiliki pertahanan evolusioner melawan mereka," kata Nell.

Tiga tahun lalu para ilmuwan memasang buaya palsu di sebuah pulau jauh sebelum burung tiba selama migrasi. Ketika datang sebagian besar nongkrong di punggung buaya. Tidak ada rakun atau possum yang muncul.

"Tapi kami yang pertama menunjukkan hubungan saling menguntungkan burung dan buaya. Sarang memberi nutrisi untuk buaya dan kehadiran buaya menciptakan ruang bebas predator bagi burung," kata Nell.

"Kami menangkap 39 buaya perempuan dan menghitung Kuntul Besar (Ardea alba), Bangau Biru Kecil (Egretta caerulea), Bangau Triwarna (Egretta tricolor), Bangau Bersalju (Egretta Thula) dan Anhingas (Anhinga anhinga)," kata Nell.

Tubuh buaya yang hidup di dekat koloni aktif sarang burung lebih gemuk dibanding buaya yang sama tanpa koloni aktif. Kedekatan buaya dan burung terjadi di seluruh daerah tropis sehingga penting asosiasi ekologi global," kata Nell.

Jurnal : Lucas A. Nell et al. Presence of Breeding Birds Improves Body Condition for a Crocodilian Nest Protector, PLoS ONE, March 2, 2016, DOI:10.1371/journal.pone.0149572
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment