Skip to main content

Rafflesia consuelos Spesies Baru Bunga Rafflesiaceae Terkecil

Penelitian ~ Genus bunga terbesar di dunia memiliki anggota keluarga baru terkecil. Rafflesia consuelos spesies baru terkecil di antara raksasa Bunga Rafflesia.

Spesies baru tanaman genus endofit Rafflesia yang unik sepenuhnya tergantung pada tumbuhan host untuk mendapatkan air dan nutrisi dan terkenal memproduksi bunga terbesar di dunia dijelaskan dari Pulau Luzon Filipina.

Total jadi 25 spesies, Rafflesiaceae sepenuhnya parasit pada akar dan batang tanaman yang ada di hutan dan tidak memiliki akar, batang atau daun sendiri. Ketika mekar, semua bunga Rafflesia memancarkan aroma amis mirip daging busuk.

Sementara Rafflesia arnoldii di Sumatera sebagai bunga terbesar di dunia sering berukuran hampir 1 meter, spesies baru yang ditemukan R. consueloae memiliki bunga dengan diameter hanya rata-rata 9,73 centimeter.


"Berbeda dari seluruh spesies lain genus Rafflesia. Lobus perigone tegak dan mencolok krim putih di permukaan disk yang sering tanpa proses," kata Edwino Fernando, botanis University of the Philippines di Los Baños.

R. consueloae endemik Pulau Luzon yang saat ini diketahui hanya dari 2 situs gunung dengan sisa-sisa hutan hujan tropis cemara dataran rendah dengan cakupan 100 kilometer persegi cukup untuk kriteria Critically Endangered IUCN.

Jurnal : John Michael M. Galindon et al. Rafflesia consueloae (Rafflesiaceae), the smallest among giants; a new species from Luzon Island, Philippines, PhytoKeys, 25 Feb 2016, DOI:10.3897/phytokeys.61.7295

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…