Thursday, March 3, 2016

Virus Zika Link Gangguan Neurologis Sindrom Guillain-Barré

Penelitian ~ Virus Zika mengikat gangguan neurologis sangat mengkhawatiran, flavivirus parasit nyamuk Aedes membekas dalam kasus sindrom Guillain-Barré.

Untuk beberapa orang dewasa virus Zika adalah ruam seperti gangguan flu musiman, tapi pada segelintir orang lain virus memicu penyakit neurologis parah selain kelahiran bayi cacat mikrosefali.

Sekitar 1 dari 4.000 orang yang terinfeksi virus Zika di Polinesia Perancis selama wabah tahun 2013-2014 mendapat penyakit autoimun langka yang disebut sindrom Guillain-Barré.

Total 42 orang yang didiagnosis dengan Guillain-Barré selama wabah semua memiliki sidik jari antibodi yang mengarsip riwayat baru infeksi Zika, sedangkan kelompok kontrol pasien tidak memiliki.

Beberapa negara yang dihantam Zika telah melaporkan sindrom Guillain-Barré seperti Kolombia yang biasanya 220 kasus per tahun, tapi hanya dalam 5 minggu selama Desember 2015 dokter mendiagnosis 86 kasus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan negara wabah Zika lain yang terkena dampak termasuk Brasil, El Salvador dan Venezuela telah melaporkan peningkatan luar biasa jumlah luar kasus sangat tinggi.

Para ilmuwan pekan ini menegaskan pesan dari wabah Zika bahwa negara dalam pergolakan Zika hari ini harus siap menyediakan kapasitas tempat tidur perawatan intensif kepada pasien sindrom Guillain-Barré.

"Sebagian besar pasien GBS melaporkan gejala infeksi virus Zika rata-rata 6 hari sebelum gejala neurologis dan semua dilakukan antibodi virus Zika," kata Arnaud Fontanet dari Pasteur Institute di Paris.

Karena standar tinggi pelayanan kesehatan dan laboratorium di Polinesia Perancis setara dengan Perancis, para ilmuwan mengumpulkan data dan informasi sangat baik. Semua pasien ditanggani ahli saraf dengan tertib.

Link Zika dan Guillain-Barré tampaknya kuat, tapi Fontanet mengatakan risiko sindrom pasca infeksi cukup rendah karena kesempatan kurang dari 1 persen, meskipun 3-5 persen orang dengan Guillain-Barré meninggal karena komplikasi.

"Sangat penting bahwa orang-orang tidak berpikir jika mendapatkan Zika, Anda harus mendapatkan Guillain-Barré," kata Fontanet.

Sindrom dimulai ketika sistem kekebalan tubuh menyerang saraf perifer yang menyebabkan sensasi kesemutan ekstremitas bawah. Pada kasus yang parah menyebabkan lumpuh total dan tergolek dengan ventilator di unit perawatan intensif.

Virus lainnya termasuk HIV, influenza dan demam berdarah yang dikenal dapat memicu Guillain-Barré mungkin melalui interaksi dengan sistem kekebalan tubuh, meskipun rincian mekanisme tetap teka-teki.

Waktu onset Guillain-Barré memudahkan ilmuwan menunjuk Zika karena sindrom muncul beberapa hari atau minggu setelah reda infeksi yang menawarkan pembacaan lebih cepat daripada menunggu mikrosefali pada bayi berbulan-bulan.

Para ilmuwan multinasional segera memperluas penelitian mereka dalam kolaborasi disebut International Guillain-Barre Syndrome Outcome Study ke Brazil dan Kolombia untuk mencari tanda-tanda infeksi Zika pada orang dengan sindrom.

"Kami sedang mengembangkan versi baru protokol IGOS yang lebih terfokus pada Zika dan flaviviruses lainnya untuk mendukung penelitian," kata Bart Jacobs, imunologi Erasmus University Medical Center di Rotterdam, Belanda.

Penelitian lebih lanjut juga bisa membantu menjelaskan mengapa beberapa orang rentan terhadap Guillain-Barré. Genetika, infeksi virus sebelumnya ataukah racun yang mungkin semuanya memainkan peran.

Jurnal : Van-Mai Cao-Lormeau et al. Guillain-Barré Syndrome outbreak associated with Zika virus infection in French Polynesia: a case-control study, The Lancet, 29 February 2016, DOI:10.1016/S0140-6736(16)00562-6
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment