Skip to main content

Bangkai Babi Di Dasar Laut Medium Kimia dan Ekologi

Penelitian ~ Bangkai babi adalah proxy manusia ketika ditempatkan di dasar laut kedalaman 300 meter di Selat Georgia. Hiu, udang, kepiting dan fauna lainnya pesta pora jaringan lunak.

Observatorium experimental Victoria Experimental Network under the Sea (VENUS) dari Kanada memanfaatkan Instrumen kamera yang dioperasikan dari jarak jauh merekam terus menerus objek tenggelam.

Dua bangkai babi, satu terikat bebas dan satu terlindung kerangkeng, yang diletakkan di dasar laut selama musim semi dan musim gugur sebagai medium untuk mengukur kimia dan ekologi kelautan.

Tak berlangsung lama Hiu Hexanchus griseus cepat melahap bangkai yang terikat bebas, sementara invertebrata dan vertebrata kecil memulung sedikit demi sedikit tubuh yang terlindung.


Instrumen mencatat oksigen, suhu, salinitas, densitas, tekanan, konduktivitas, kecepatan, suara dan kekeruhan pada interval per menit selama 166 dan 134 hari masing-masing untuk studi lebih lanjut.

Jurnal : Gail S. Anderson & Lynne S. Bell. Impact of Marine Submergence and Season on Faunal Colonization and Decomposition of Pig Carcasses in the Salish Sea, PLoS ONE, DOI:10.1371/journal.pone.0149107


Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…