Tuesday, March 1, 2016

Misteri Ritual Rahasia Simpanse Melempar Batu ke Pohon

Penelitian ~ Simpanse Pan troglodytes rutin ritual melampar batu ke pohon sedikit membawa titik terang asal-usul situs ritual dalam sejarah evolusi hominin.

Meskipun simpanse sepupu evolusi terdekat manusia, jika Anda melihat batu di tangan sebaiknya menjaga jarak karena ikatan kekeluargaan tidak mencegah saling melempar tanpa saling mengolok-olok.

Primata umum menggunakan alat untuk mengolah makanan, tapi tujuan tergantung lokalitas karena sekelompok kerabat di Afrika Barat yang turun dari pohon mempertontonkan ritual memukul batu ke target arboreal.

Tumpukan mencolok batu di samping pohon di empat lokasi berbeda tidak mengesankan kecurigaan lain bahwa simpanse bertanggung jawab atas akumulasi batu yang secara teratur mengunjungi pohon-pohon.

Kamera tersembunyi merekan laki-laki dewasa, perempuan dan remaja melempar batu ke satu titik dan tampaknya terlepas dari konteks mencari makan di mana sebagian besar perilaku penggunakan alat sebelumnya dijelaskan pada simpanse.


Sementara batu memiliki peran fungsional dan nonfungsional yang membentang dalam sejarah hingga mengusir iblis di Arab Saudi, P. troglodytes berbadan gempal rutin melakukan bahwa rukun lempar batu budaya primitif hominidae.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan data 17 bulan observasi non-invasif menggunakan kamera pada populasi simpanse di Guinea-Bissau, Guinea, Liberia dan Pantai Gading sebagai pertama pengamatan ritual budaya yang tetap membingungkan.

"Akumulasi batu tampaknya tidak terkait kelimpahan alami. Ada kemungkinan memiliki beberapa elemen budaya," kata Hjalmar Kuehl, antropolog Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig.



Dua hipotesis utama bahwa perilaku adalah cara laki-laki membuat suara untuk menarik perhatian wanita sekaligus intimidasi kepada laki-laki pesaing. Hipotesis kedua adalah akumulasi batu mungkin memiliki makna simbolik atau budaya.

"'Proyek Pan African Programme: The Cultured Chimpanzee merupakan pendekatan baru untuk mempelajari simpanse," kata Kuehl.

"'Banyak wawasan menarik demografi dan struktur sosial, genetika, perilaku dan budaya karena kolaborasi peneliti, pekerja lapangan dan otoritas satwa liar di 14 negara Afrika," kata Kuehl.

Jurnal : Hjalmar S. Kühl et al. Chimpanzee accumulative stone throwing, Scientific Reports, 29 February 2016, DOI:10.1038/srep22219
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment