Friday, February 26, 2016

Ledakan Radio FRB 150.418 dari Galaksi di Canis Major

Penelitian ~ Ledakan radio menunjuk galaksi yang jauh. Untuk pertama kalinya ledakan misterius gelombang radio cepat terlacak sumbernya di galaksi jauh.

Teka-teki sejak tahun 2007 munculnya tiba-tiba ledakan kuat gelombang radio dari kosmos masing-masing berlangsung tidak lebih dari beberapa milidetik yang membuat para astronom pusing kepala sedikit mendapat petunjuk.

Hanya 17 FRBs ditemukan sejauh ini, meskipun banyak lagi di luar sana menunggu ditemukan dengan perkiraan hingga 10.000 per hari memukul langit Bumi selain juga tidak berharap bintang bergabung sesering mungkin.

Satu dari seluruh laporan FRBs ditemukan jauh setelah sinyal mencapai Bumi oleh trawl arsip data teleskop. Tapi hari ini superkomputer memproses sinyal-sinyal secara real time dan mendeteksi saat tiba.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan sumber satu pulsa fast radio bursts (FRBs) berasal dari sebuah galaksi sejauh 1,9 miliar parsec atau 6 miliar tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Canis Major mungkin hasil tabrakan 2 bintang neutron.

"Kami melaporkan ledakan cepat radio FRB 150.418 dan identifikasi 6 hari setelah kejadian untuk melacak di mana galaksi berasal," kata Simon Johnston, astronom CSIRO di Australia.

Pada tanggal 18 April 2015 Teleskop Radio Parkes di Australia mendeteksi ledakan berlangsung kurang dari 1 milidetik. Resolusi Parkes tidak cukup baik untuk menentukan lokasi sinyal.

Dua jam setelah ledakan awal Australia Telescope Compact Array di New South Wales menangkap apa yang tampaknya sisa-sisa cahaya radio memudar di wilayah yang sama.

Para astronom berlari untuk mempersempit pencarian menggunakan Subaru Telescope 8,2 meter di Mauna Kea, Hawaii, yang menunjuk lokasi di sebuah galaksi elips tunggal hampir pasti sumber ledakan.

Galaksi relatif tua sehingga bintang baru sangat jarang. Para peneliti menduga ledakan berasal dari tabrakan 2 bintang neutron yang mengorbit spiral satu sama lain menuju kematian setelah bergabung.

Tidak semua FRBs cocok skenario dengan tabrakan bintang neutron. Desember lalu Green Bank Telescope di West Virginia tampaknya menunjuk sebuah bintang neutron muda dengan medan magnet kuat memancarkan flare intens.

Penggabungan bintang biner juga salah satu sumber diusulkan sinyal gelombang gravitasi yang ditemukan LIGO dari merger 2 lubang hitam. Jika diproduksi mungkin bisa mendeteksi FRBs dan gelombang gravitasi dari sumber dan waktu yang sama.

"Yang satu ini mungkin sedikit jauh untuk LIGO untuk melihat, tapi ya pada prinsipnya jika Anda punya gelombang gravitasi dan ledakan radio cepat," kata Johnston.

Rujukan : E. F. Keane et al. A Fast Radio Burst Host Galaxy, arXiv, Submitted on 24 Feb 2016, arXiv:1602.07477
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment