Thursday, February 25, 2016

Selfish Gen R2D2 Melawan Gregor Mendel dan Charles Darwin

Penelitian ~ Tantangan Darwin yang menunjukkan bagaimana gen menipu hukum segregasi Mendel. Gen R2D2 mendistorsi pembelahan sel di seluruh generasi yang mempengaruhi kesuburan.

Selfish gen R2D2 adalah gen yang benar-benar egois merambat sendiri menyusuri generasi tetapi tidak memberi keuntungan evolusi dan justru sebaliknya mencemooh hukum warisan Gregor Mendel dan seleksi alam Charles Darwin.

Beberapa salinan gen tikus R2D2 menyebar dengan cepat melalui populasi laboratorium dan liar terlepas dari fakta bahwa alel ini menyebabkan perempuan memiliki keturunan lebih sedikit.

Bahkan gen yang merugikan peluang evolusi suatu organisme dapat menipu, meskipun bisa jadi kabar baik bagi para peneliti yang berharap menggunakan rekayasa gen untuk menghapus penyakit yang dibawa nyamuk dan spesies invasif.

Hukum telah dipaku bahwa alel yang merugikan secara evolusioner harus menurun dalam frekuensi dan akhirnya menghilang, alel yang menguntungkan semakin menguasai panggung dalam proses yang disebut sapuan selektif.

Sebuah peringatan bagi para ilmuwan yang mencari tanda-tanda bahwa seleksi alam telah mengambil gen tertentu yang tampaknya merugikan memiliki aspek tersembunyi yang menawarkan manfaat evolusioner.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan temuan melanggar prinsip utama dalam biologi tentang seleksi alam bahwa alel yang bermanfaat bagi organisme untuk bertahan hidup dan bereproduksi harus meningkat terus dari waktu ke waktu.

"Selfish gen R2D2 tampak seperti sapuan selektif khas tetapi tidak terhubung dengan adaptasi," kata Pardo-Manuel de Villena, genetikawan University of North Carolina di Chapel Hill.

Gen R2D2 menandai pertama kali temuan populasi tikus laboratorium dan alam yang menunjuk bahwa selfish gen tetap beredar dalam populasi organisme sementara pada saat yang sama merugikan reproduksi.

Alel gen laktase memungkinkan manusia dewasa untuk mencerna susu selama 4.000 tahun terakhir dan sampai hari ini terus meningkat dengan frekuensi lebih tinggi di antara orang-orang yang mempraktekkan pertanian pastoral.

Pola yang ditinggalkan oleh sapuan selektif khas adalah alat berharga untuk belajar tentang perubahan genetik yang menguntungkan selama rentang waktu evolusi turun temurun.

Tapi R2D2 bekerja mundur untuk sifat menguntungkan. Satu kecurigaan bagaimana R2D2 lolos seleksi alam terjadi pada meiosis perempuan yaitu jenis khusus pembelahan sel yang menghasilkan telur.

"Hukum segregasi" diasumsikan Gregor Mendel pada tahun 1865 mengenai probabilitas sama transmisi alel ibu atau alel ayah. Tapi laporan tahun 2015 ditemukan beberapa alel dari R2D2 mendistorsi meiosis.

Tikus betina dengan transmisi R2D2 memiliki keturunan lebih sedikit. Pengecualian aturan mendasar selalu penting untuk belajar dan R2D2 memiliki fitur sistem unik bagaimana kromosom ditransmisikan ke keturunan.

Jurnal :

John P Didion et al. R2d2 drives selfish sweeps in the house mouse, Molecular Biology and Evolution, February 15, 2016, DOI:10.1093/molbev/msw036

John P Didion et al. A Multi-Megabase Copy Number Gain Causes Maternal Transmission Ratio Distortion on Mouse Chromosome 2, PLoS Genetics, February 13, 2015, DOI:10.1371/journal.pgen.1004850
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment