Langsung ke konten utama

Melupakan Masa Lalu Membantu Tanaman Merespon Dinamika Lingkungan

Penelitian ~ Tanaman mengevolusi lupa untuk menghapus memori stres. Melupakan masa lalu membantu tanaman mentolerir tekanan yang tidak diprediksi.

Meskipun ditimpa malapetaka dan tidak dapat bergerak, perubahan suhu dan kelembaban serta keterbatasan nutrisi, tanaman hampir selalu menemukan cara untuk mengatasi kendala.

Sementara mengingat peristiwa adalah cara umum semua kehidupan mengumpulkan pengalaman untuk merancang strategi ke depan, tanaman belajar menghapus memori sebagai strategi evolusi untuk memerangi stres turunan.

Tanaman mengajarkan kepada Anda satu atau dua hal berurusan dengan pasang surut kehidupan bahwa evolusi kemampuan untuk melupakan stres adalah cara adaptif berurusan dengan lingkungan baru yang sangat berbeda.

Beberapa tanaman memiliki memori jangka panjang, spesies rumput abadi umum di Eropa, Arrhenatherum elatius, lebih mampu bertahan sengatan sinar Matahari yang berlebihan dibanding rumput yang belum pernah mengalami.

Pengalaman membantu memproduksi protein dan material kimia dalam waktu singkat harus mengatasi stres yang kambuh. Tanaman melestarikan kenangan lintas generasi melalui mekanisme epigenetik apakah gen disajikan atau tidak.

Tapi para ilmuwan pekan lalu melaporkan satu contoh penghapusan memori peristiwa stres bahwa tanaman bisa melakukan pengecualian aturan umum karena warisan epigenetik juga meminta biaya.

"Anda menghabiskan terlalu banyak energi menyalin gen yang benar-benar tidak diperlukan pada waktu tertentu," kata Barry Pogson, biolog Australian National University di Canberra.

Memori bisa berdampak buruk bagi generasi mendatang. Respon kekeringan yang dialami Polygonum hydropiper diwariskan sehingga bibit menjadi lebih kecil dengan akar lambat bahkan jika tumbuh dalam lingkungan berlimpah air.

"Kenangan stres maladaptif, menghambat pemulihan dan mempengaruhi potensi. Dalam beberapa keadaan, mungkin menguntungkan bagi tanaman jika mau belajar melupakan," kata Pogson.

Jurnal : Peter A. Crisp et al. Reconsidering plant memory: Intersections between stress recovery, RNA turnover, and epigenetics, Science Advances, 19 Feb 2016, DOI:10.1126/sciadv.1501340

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…