Saturday, February 13, 2016

Virus Zika Ditemukan Di Otak Janin Link Mikrosefali

Penelitian ~ Virus Zika ditemukan di otak janin menggulirkan link microcephaly yang memperkuat kecurigaan bahwa flavivirus Aedes menyebabkan bayi cacat lahir.

Seorang wanita Slovenia yang tinggal di Brasil ketika hamil pada Februari 2015 memiliki gejala Zika pada minggu ke-13 kehamilan. Setelah pemeriksaan USG pada 29 dan 32 minggu menunjuk bukti malformasi otak parah.

Virus Zika yang dianggap bertanggung jawab atas ledakan bayi cacat lahir di Brasil ditemukan di dalam otak abnormal kecil janin yang diaborsi. Otopsi otak hampir tidak ada lipatan yang biasanya terlihat di permukaan.

Deposit kalsium jelas di seluruh materi putih yang menghubungkan neuron satu sama lain dan kalsifikasi beberapa tempat mengabaikan materi kortikal menyerupai struktur saraf hancur.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan temuan langsung pertama virus Zika pada jaringan otak yang sebelumnya telah disarankan dari temuan yang tidak dipublikasikan tentang Zika dalam cairan cerebrospinal.

Sebuah langkah besar mengisi ruang gelap latar belakang virus Zika yang disebarkan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes africanus serta efeknya pada perkembangan janin datang setelah mengekstrak genom lengkap virus dari otak janin.

Wanita yang membawa janin mengeluh telah menderita demam dan ruam yaitu gejala yang konsisten dengan infeksi virus ketika kehamilan dekat akhir trimester pertama selama bermukim Brazil.

Setelah USG dilakukan pada minggu 29 kehamilan terungkap microsefali pada janin dan deposit kalsium di seluruh otak dan plasenta. Pasien diminta menggugurkan kandungan.

Otopsi juga mengungkap janin sangat kecil untuk usia kehamilan normal sebagai indikasi bahwa plasenta juga entah bagaimana rusak dan para peneliti gagal menemukan virus di organ atau jaringan utama lainnya.

Menemukan virus Zika dalam otak janin adalah langkah penting untuk menunjukkan peran virus penyebab cacat lahir bawaan. Juga menunjukkan virus bereplikasi kuat di otak, tapi tidak di tempat lain.


Sangat jarang virus masuk ke otak selama dikandung. Prestasi harus melintasi penghalang plasenta antara ibu dan anak serta penghalang darah karena otak janin adalah situs istimewa yang dilindungi barisan pasukan biologi.

Laporan baru tidak membuktikan secara resmi mekanisme korelasional, tetapi sulit untuk berpendapat bahwa virus Zika tidak memiliki peran dengan komplikasi janin yang telah terlihat di Brazil.

Peneliti melakukan tes dan memeriksa jaringan di bawah mikroskop elektron, meskipun tidak jelas apakah menemukan bukti infeksi lain seperti rubella, cytomegalovirus atau toksoplasmosis yang juga dapat menyebabkan cacat lahir.

Ekstraksi virus Zika memungkinkan analisis genom penuh menetapkan panggung banyak wawasan. Sekuen genom virus dapat dibandingkan dengan virus yang dikumpulkan dari wabah lain untuk melihat apakah berubah atau berbagi strain.

Materi genetik virus memainkan peran kunci uji lapangan dan potensi obat antivirus dan vaksin untuk melawan atau mencegah infeksi Zika. Para ilmuwan dapat merancang klon untuk menginfeksi hewan laboratorium.

Laporan ini muncul melengkapi temuan lain di sebuah rumah sakit Brasil yang melaporkan bahwa mereka menemukan kelainan mata pada 29 bayi yang lahir dengan microsefali.

Empat dari 5 ibu bayi yang baru lahir 'melaporkan telah menderita gejala selama kehamilan konsisten dengan infeksi Zika. Retina dan saraf optik bayi memiliki kelainan struktural di kedua sisi.

Jurnal : Jernej Mlakar et al. Zika Virus Associated with Microcephaly, The New England Journal of Medicine, February 10, 2016, DOI:10.1056/NEJMoa1600651

Jurnal : Roosecelis Brasil Martines et al. Notes from the Field: Evidence of Zika Virus Infection in Brain and Placental Tissues from Two Congenitally Infected Newborns and Two Fetal Losses — Brazil, 2015, Morbidity and Mortality Weekly Report, February 10, 2016, DOI:10.15585/mmwr.mm6506e1er


Sejarah Penyebaran Virus Zika

1947 - Para ilmuwan meneliti demam kuning di Zika Forest Uganda menmukan virus dalam sampel yang diambil dari monyet rhesus.

1948 - Virus diambil dari nyamuk Aedes africanus.

1952 - Kasus manusia pertama terdeteksi di Uganda dan Tanzania.

1954 - Virus ditemukan di gadis muda di Nigeria.

1960-1980 - Zika terdeteksi di nyamuk dan monyet membentang di negara-negara khatulistiwa Afrika.

1969-1983 - Zika ditemukan di India, Indonesia, Malaysia dan Pakistan.

2007 - Zika menyebar dari Afrika dan Asia menyebabkan wabah besar pertama di Pulau Yap Pasifik.

2012 - Dua garis keturunan berbeda virus yaitu Afrika dan Asia diidentifikasi oleh para peneliti.

2013-2014 - Wabah Zika di Polinesia Prancis, Easter Island, Kepulauan Cook dan Kaledonia Baru. Analisis retrospektif menunjuk kemungkinan link cacat lahir dan komplikasi neurologis parah pada bayi.

2 Maret 2015 - Brasil melaporkan penyakit yang ditandai ruam kulit.

29 April 2015 - Tes sampel Brasil positif virus Zika.

17 Juli 2015 - Brasil melaporkan deteksi gangguan neurologis pada bayi baru lahir yang terkait riwayat infeksi.

5 Oktober 2015 - Cape Verde melaporkan kasus dengan ruam kulit.

22 Oktober 2015 - Kolombia menegaskan kasus Zika.

30 Oktober 2015 - Brasil melaporkan peningkatan tidak biasa kasus mikrosefali bayi yang baru lahir.

11 November 2015 - Brasil menyatakan keadaan darurat nasional.

Nov 2015-Jan 2016 - Kasus dilaporkan di Suriname, Panama, El Salvador, Meksiko, Guatemala, Paraguay, Venezuela, Guyana Prancis, Martinique, Puerto Rico, Guyana, Ekuador, Barbados, Bolivia, Republik Dominika, Nikaragua, Curacao dan Jamaika

1 Februari 2016 - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan keadaan darurat internasional.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment