Wednesday, February 10, 2016

Zaman Es Mini Meruntuhkan Romawi dan Bangkitnya Arab

Penelitian ~ Zaman Es mini berlangsung selama 125 tahun membekukan Eropa yang menyemai wabah jatuhnya kerajaan dan membangkitkan pasukan baru di Arab.

Letusan pertama dari 3 gunung berapi berturut-turut pada tahun 536 mengirim Eropa ke dalam Zaman Es mini yang memupuk epidemi wabah, keruntuhan Kekaisaran Romawi Timur dan chaos global seluruh Eurasia.

Gelombang iklim beruntun dalam beberapa dekade membawa mantra dingin berlarut-larut sampai sekitar tahun 660 mengubah peta Eropa, Asia Tengah dan seluruh dunia menjadi peperangan global.

Tiga letusan gunung berapi berantai tahun 536, 540 dan 547 yang didokumentasi dalam cincin pohon di Eropa dan Asia Tengah menunjuk suhu musim panas minus 4 Celsius berlangung selama beberapa dekade peradaban Antik.

Volatil aerosol sulfat di atmosfer yang memblokir cahaya Matahari mengubah panggung menjadi kekacauan perang meluas di langit Eropa Timur, Dinasti China, Slavia dan transformasi kekaisaran Romawi Timur ke Bizantium.

Para ilmuwan melaporkan periode dingin memicu perubahan sosial, budaya dan politik semakin dramatis bahwa iklim mengubah peristiwa kompleks sejarah manusia seiring jatuh bangunnya kerajaan yang sering dianggap kontroversial.

"Berdasarkan studi ini kami mengatakan episode paling dramatis selama 2000 tahun terakhir," kata Ulf Büntgen, enviromentalis Swiss Federal Research Institute di Birmensdorf.

Percepatan keruntuhan yang tersisa dari kekaisaran Romawi yang saat itu terbatas di Mediterania kehilangan tanah dan kekuasaan. Musim tanam lebih pendek menggiring kelaparan dan rakyat lebih rentan penyakit.

Iklim kacau menggerakan tikus kelaparan menyerbu istana. Bukan hanya Roma karena di timur Kerajaan Türk, Mongolia, Dinasti Wei dan Sui juga jatuh dalam kalender bersamaan.

Periode runtuh memiliki pangsa pemenang juga karena dalam setiap periode perubahan iklim ada beberapa daerah dan masyarakat lain yang luput dari dampak atau lebih mampu beradaptasi.

Semenanjung Arab yang kering diuntungkan dengan peningkatan hujan menyuburkan vegetasi yang berguna bagi orang-orang nomaden atau pasokan makan unta bergegas kampanye ke Eropa dan mengambil tanah dari Roma.

Sementara wabah Justinian melanda Mediterania tahun 541 hingga 543 mencolok Konstantinopel dan membunuh jutaan orang di abad-abad berikutnya, aliansi timur tengah menjatuhkan Kerajaan Sasania di Persia sebelum munculnya Kekaisaran Arab.


Beberapa suku bermigrasi ke timur menuju China yang menyebabkan permusuhan antara kelompok nomaden dan kekuasaan penguasa lokal di daerah padang rumput hingga China utara dan mengantarkan Dinasti Tang Menuju kekuasaan.

Pemenang lainnya termasuk suku Lombard yang menginvasi semenanjung Italia dengan bahasa Slavia awal yang menyebar di sebagian besar benua Eropa hari ini dari tanah air yang tidak diketahui.

"Dengan begitu banyak variabel, kami harus berhati-hati tentang efek lingkungan dan penyebab politik. Tetapi yang menarik adalah perubahan iklim sejalan dengan gejolak besar di banyak daerah," kata Büntgen.
Cooling and societal change during the Late Antique Little Ice Age from 536 to around 660 AD

Ulf Büntgen et al.

Nature Geoscience, 08 February 2016, DOI:10.1038/ngeo2652
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment