Tuesday, February 9, 2016

Sekuen Genom Kutu Busuk (Cimex lectularius) Terbit

Penelitian ~ Kepinding dipan mendapatkan gigitan pertama dalam sejarah. Kitab genom Kutu Busuk (Cimex lectularius) penghisap darah telah terbit.

Drakula pengisap darah bergantung pada manusia untuk bertahan hidup yang melompat dari satu apartemen ke apartemen lain dan semakin hari resisten insektisida telah dipeta dalam kitab genetik.

Jangan berjanji setia di atas kasur ketika tuan ingin bermimpi karena ayat-ayat DNA lengkap hama kecil memberi pelajaran jauh lebih mudah sejarah spesies paling intim manuia.

Infeksi yang membekas ruam cukup emosional dengan banyak khawatiran tuan rumah menjadi pasien untuk epidemi penyakit memalukan bahwa gigitan kepinding tempat tidur menyiarkan rahasia.

Serangga hampir mustahil disingkirkan hanya dengan penggunaan insektisida karena membunuh kutu busuk memerlukan dosis lebih dari 30.000 kali yang dibutuhkan untuk membunuh di laboratorium selama 30 tahun.

Anda tidak merasa menjadi korban pencurian karena air liur kutu busuk mengandung anestesi lokal dengan sejumlah protein yang mencegah koagulasi sehingga menggigit diam-diam tanpa terdeteksi.

Sebuah sistem diuretik luar biasa memungkinkan hama menelan cairan dengan memperluas tubuh hingga 200% saat meneguk darah karena mampu menumpahkan air tetapi tetap mempertahankan nutrisi.

Sementara telur menempel di sela-sela kasur, gen tertentu pengkode protein resilin mengurangi efek traumatis sanggama ketika kutu jantan menyuntikkan penis berbentuk sabit ke daerah V di perut betina.

Para ilmuwan melaporkan sekuen seluruh genom C. lectularius seluas 650 Mb dan 14.220 gen penyandi protein yang mengungkap beberapa ciri mengapa ektoparasit manusia sangat kuat melawan pestisida.

"Pada saat ini tidak ada peluru perak untuk menghabisi. Tapi kehadiran genom lengkap membuat target potensial jauh lebih mudah," kata Joshua Benoit, biolog University of Cincinnati.

Para ilmuwan berjalan dalam gelap ketika menghadapi kutu busuk gerilya di kamar tidur. Sekarang genom menyalakan lampu untuk tahu lebih baik bagaimana mengeksplorasi status fosil hidup.

Organisme yang tidak berubah selama jutaan tahun pada dasarnya terus berkembang dari waktu ke waktu karena ketika datang ke fosil hidup, evolusi menghasilkan beberapa tanda-tanda perubahan lahiriah.

"Kita punya kepinding berumur 60 juta tahun dalam damar, Anda melihat identik dengan bedbug hari ini," kata George Amato, genomikawan American Museum of Natural History.

Gen tidak diatur dalam cara sangat unik bahwa penampilan tidak berubah karena seleksi awal telah mencapai bentuk fisik ideal untuk mendukung masa depan menyantap darah manusia.

Kutu busuk meminjam 800 gen dari bakteri melalui proses transfer gen horizontal dan seperti manusia memiliki ekosistem luas mikroorganisme yang hidup di dalam dan pada tubuh.

Transfer gen lateralis termasuk bakteri Wolbachia dan Arsenophonus terkait metabolisme vitamin B tetapi tidak diketahui apakah bakteri mengkooptasi kutu atau kutu yang mengkooptasi bakteri.

Tidak seperti nyamuk, genom kepinding tidak mengandung reseptor gula yang mendukung hipotesis bahwa serangga makan secara eksklusif darah sehingga evolusi menghilangkan reseptor gula.
Genome assembly and geospatial phylogenomics of the bed bug Cimex lectularius

Jeffrey A. Rosenfeld et al.

Nature Communications, 02 February 2016, DOI:10.1038/ncomms10164

Unique features of a global human ectoparasite identified through sequencing of the bed bug genome

Joshua B. Benoit et al.

Nature Communications, 02 February 2016, DOI:10.1038/ncomms10165
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment