Monday, January 18, 2016

Supernovae ASASSN-15lh Seterang 550 Miliar Kali Matahari

Penelitian ~ Bintang meledak adalah supernova paling terang yang pernah terlihat. Sebuah supernovae baru paling terang dikenal bercahaya 550 miliar kali sinar Matahari.

Satu bintang meledak gila-gilaan seterang 550 miliar kali sinar Matahari atau 50 kali galaksi Bima Sakti atau 200 kali lebih kuat dari kebanyakan supernova dan lebih terang 2 kali pemegang rekor sebelumnya.

Adegan kosmik meludah energi 20 kali lebih dari output gabungan Bima Sakti beserta 100 miliar bintang dan dalam 6 bulan terakhir telah memuntahkan energi 10 kali energi seumur hidup Matahari.

Sementara Anda menikmati kopi di suatu malam di dalam galaksi sendiri, sebuah ledakan bersinar lebih terang dari bulan purnama. Tidak ada malam dan tetap mudah terlihat pada siang hari.

ASASSN-15lh duduk 3 miliar tahun cahaya di konstelasi Indus pertama kali terlihat tanggal 14 Juni 2015 dan pengamatan lebih lanjut mengkonfirmasi sebuah bencana kosmik besar-besaran.


Para ilmuwan melaporkan peristiwa membingungkan asal muasal ledakan bintang dan 7 bulan pertama setelah temuan teka-teki masih menggantung. Para astronom mengaruk-garuk kepala untuk sesuatu yang belum pernah dilihatnya.

"Ini tantangan semua teori tentang mekanisme ledakan dan sumber daya supernova superluminous," kata Subo Dong, astronom Peking University di Beijing.

Ledakan supernova kelas superluminous supernovae (SLSNe) atau hypernovae rendah hidrogen. Tipologi ledakan dipicu magnetar kompak, berputar cepat dan core sangat magnetis sisa ledakan melempar lapisan kulit bintang.

Tapi ASASSN-15lh lebih panas dan lebih bercahaya dari supernova miskin hidrogen lainnya. Magnetar berputar pada tingkat maksimum dan mengubah energi spin menjadi panas pada efisiensi 100 persen.

Sementara supernova miskin hidrogen umumnya di galaksi kerdil redup, ASASSN-15lh di dekat pusat galaksi masif yang lebih cerah dibanding Bima Sakti, meskipun tidak dapat mengesampingkan di sebuah galaksi kerdil juga.

"Jika di galaksi kita sendiri, ledakan itu bersinar lebih terang dari bulan purnama, tidak ada malam dan tetap mudah terlihat pada siang hari," kata Krzysztof Stanek, astronom Ohio State University.

Teleskop 14 sentimeter All Sky Automated Survey for SuperNovae (ASAS-SN) terlalu kecil untuk melihat secara rinci. Cuaca buruk dan masalah dengan instrumen menunda penyelidikan lebih lanjut 10 hari.

Para ilmuwan berpaling menggunakan Southern African Large Telescope untuk mengungkap rincian bintang dan susunan kimia ketika meledak. Dong menghitung jarak dan konfirmasi bahwa benda adalah supernova.
ASASSN-15lh: A highly super-luminous supernova

Subo Dong et al.

Science, 15 Jan 2016, DOI:10.1126/science.aac9613
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment