Friday, January 15, 2016

Raksasa Merah Memeta Pertumbuhan Galaksi Bima Sakti

Penelitian ~ Raksasa merah memeta bagaimana Bima Sakti tumbuh. Ukur massa penuaan 70.000 bintang mengungkap di pusat adalah tua dan di pinggiran muda.

Galaksi dibangun dari dalam ke luar adalah kesimpulan yang jelas dari survei yang belum pernah dilakukan sebelumnya brdasarkan umur puluhan ribu bintang di galaksi Bima Sakti.

Sebuah proyek arkeologi galaksi ketika kebanyakan bintang tidak mudah membocorkan umur mereka. Raksasa merah sedikit lebih bermanfaat karena usia tergantung pada massa, tetapi menentukan massa tidak begitu mudah.

Para ilmuwan mengembangkan program komputer untuk menganalisis cahaya yang dipancarkan bintang raksasa merah seperti Matahari tapi habis bahan bakar hidrogen untuk menentukan massa dan usia bintang-bintang.

"Bima Sakti tumbuh dan tumbuh," kata Melissa Ness, astronom Max Planck Institute for Astronomy di Heidelberg, Jerman.

Meskipun para ilmuwan tidak cukup yakin bahwa galaksi tumbuh ke luar, sensus baru interior galaksi ke arah pinggiran membantu tren grafik bahwa pembangunan secara rinci cukup mengesankan.

Ness dan rekan memukul trik pintar untuk mengetahui massa dan umur dengan meliput data 2 teleskop yaitu berbasis ruang NASA Kepler dan teleskop kecil darat Sloan Digital Sky Survey (SDSS).

Software mempelajari bagaimana jumlah cahaya dipancarkan pada panjang gelombang berbeda bervariasi. Setelah algoritma berjalan pengukuran cahaya dilakukan untuk menentukan massa dan dengan demikian umur.

Akurasi 40 persen cukup mengesankan karena tingkat kesulitan dalam penuaan bintang. Bintang tertua di Bima Sakti berada di pusat galaksi, sementara generasi muda tinggal di pinggiran kota yang jauh.

Tahun ini sebuah teleskop Sloan baru dipasang di Chili beranjak memindai langit belahan Bumi selatan yang berpotensi menambah banyak raksasa merah untuk katalog umur galaksi.

Spectroscopic determination of masses (and implied ages) for red giants

M. Ness, David W. Hogg, H-W. Rix, M. Martig, Marc H. Pinsonneault, A.Y.Q Ho

arXiv, Submitted on 25 Nov 2015, arXiv:1511.08204

Red giant masses and ages derived from carbon and nitrogen abundances

Marie Martig, Morgan Fouesneau, Hans-Walter Rix, Melissa Ness, Szabolcs Meszaros, D. A. Garcia-Hernandez, Marc Pinsonneault, Aldo Serenelli, Victor Silva Aguirre, Olga Zamora

arXiv, Submitted on 25 Nov 2015, arXiv:1511.08203
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment