Wednesday, January 13, 2016

Semua Multiseluler Akibat Kecelakaan 600 Juta Tahun Lalu

Penelitian ~ Semua makhluk hidup multiselular hasil kecelakaan 600 juta tahun lalu. Hanya satu mutasi acak memungkinkan organisme bersel tunggal menjadi organisme kompleks.

Semua hanya butuh satu mutasi lebih dari 600 juta tahun lalu dengan tindakan acak fungsi protein baru lahir yang membantu transisi nenek moyang bersel tunggal ke suatu sistem organisme multisel terorganisir.

Satu kesalahan kecil memicu imperialisme kehidupan multiselular jutaan tahun lalu bahwa perubahan yang sangat krusial dalam DNA nenek moyang menjelaskan mengapa Anda memiliki berbagai organ tubuh.

Kehidupan di Bumi yang dihuni makhluk uniseluler selama miliaran tahun berubah tiba-tiba ketika di laut purba satu-satu mulai datang bersama-sama menciptakan entitas menjadi dua, sepuluh dan akhirnya jutaan sel.

Sebuah koordinasi trial and error pemisahan tugas setiap sel menempatkan panggung munculnya organisme yang mengandung berbagai jenis sel dan membuka jalan bagi penciptaan jaringan dan organ.



Ekor adalah organ pertama yang sangat penting dalam transisi gaya hidup bersel tunggal untuk gaya multiseluler, perubahan fungsi satu protein kuno cukup untuk mengubah kehidupan multisel bergerak terkoordinasi.

Sebelum leluhur terakhir semua hewan, ketika hanya organisme bersel satu di Bumi, cukup satu perubahan kecil urutan DNA menyebabkan protein beralih dari peran primordial sebagai enzim untuk peran baru mengatur struktur multiseluler.

Organisme multisel akhirnya muncul ketika sel tunggal mulai mengambil peran khusus dan bekerja sama dalam berbagai rgulasi yang pada akhirnya menjadi jaringan dan organ hewan, tumbuhan dan jamur.

Sel-sel tetangga harus saling berkoordinasi tentang posisi ketika membagi sebagai bagian penting replikasi diri dengan protin orientasi struktur disebut mitotic spindle yang mendistribusikan kromosom dari sel induk.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan hasil pencarian gen di belakang koordinasi beberapa uniseluler hidup bebas choanoflagellate yang hidup di laut dan berenang di sekitar untuk mengumpulkan makanan dengan bantuan flagela.

"Fungsi protein baru berkembang dengan jumlah sangat kecil untuk setiap mutasi. Dalam hal ini, hanya satu yang diperlukan," kata Kenneth Prehoda, biokimiawan University of Oregon.

Sementara membagi diri dengan DNA dalam spindle dan mitosis, mereka kadang-kadang berkelompok bersama-sama ke dalam koloni multiseluler dengan flagela memancar keluar.

Teknik time-traveling protein leluhur menggabungkan sekuensing gen dengan pemodelan komputer untuk merekonstruksi genom organisme kuno didasarkan pada DNA dari keturunan hidup.

Komando kontrol adalah poros orientasi. Kompleksitas dirakit bersama-sama melalui serangkaian peristiwa eksploitasi molekul yang mereposisi protein untuk peran baru dan berbeda.

Penggunaan protein marker dapat menciptakan dan memperkenalkan satu substitusi ke dalam struktur leluhur. Mutasi memungkinkan sel tunggal berkoordinasi ke dalam kehidupan multisel di sepanjang waktu evolusi.
Evolution of an ancient protein function involved in organized multicellularity in animals

Douglas P Anderson et al.

eLIFE, January 7, 2016, DOI:10.7554/eLife.10147
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment