Langsung ke konten utama

Atmosfer Berawan Hot Jupiter Sembunyikan Sinyal Air

Penelitian ~ Salah satu misteri planet ekstrasurya terpecahkan bahwa air di planet Hot Jupiter tidak hilang, tapi hanya bersembunyi di bawah awan atmosfer.

Dimanakah air adalah pertanyaan bernilai miliaran dolar karena tanda tangan air tertutup atmosfer sangat berawan. Sementara Hot Jupiter memiliki atmosfer sangat eksotis, data atmosfer blur meredupkan sinyal kimia air.

Awan mungkin menyembunyikan air di dunia alien, tetapi beberapa fakta keras seperti isi atmosfer tetap dalam karung. Apakah langit cerah Tatooine Star Wars sesekali mendung mengelisahkan seperti langit berawan di Bumi.

Sementara gas raksasa mungkin relatif mudah dikenali karena ukurannya, komposisi interior tetap sebagian besar diselimuti misteri. Anda bahkan tidak tahu semua tentang cahaya spektral Jupiter kita sendiri.

Para astronom mengkonfirmasi air yang penting bagi kehidupan juga menjadi material utama pembentukan planet yang memecahkan misteri lama mengapa exoplanet Hot Jupiter memiliki lebih banyak air di atmosfer dibanding yang lain.

"Kami menemukan air menonjol di dalam semua planet-planet ini bahwa air membuat banyak elemen lebih berat yang masuk ke dalam pembentukan planet," kata Jonathan Fortney, planetolog University of California Santa Cruz.

"Alternatif lain planet-planet terbentuk dalam lingkungan yang kehilangan air, tapi ini mengharuskan kita memikirkan kembali teori-teori bagaimana planet lahir," kata Fortney.


Hot Jupiter adalah planet gas raksasa. Hampir 2.000 exoplanet telah ditemukan, tapi orbit ketat di sekitar bintang menyulitkan pengamatan para astronom karena dunia silau oleh terang bintang host.

Fortney dan rekan menggunakan NASA-ESA Hubble Space Telescope dan NASA Spitzer Infrared Space Telescope untuk mengukur rincian atmosfer 10 Hot Jupiter yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Ketika setup mode transit bekerja, sejumlah kecil cahaya bintang host diblokir sebagaimana planet melintas dalam orbit tepat di depan bintang dan cahayanya menembus atmosfer planet untuk menentukan komposisi kimia.

10 planet WASP-6b, WASP-12b, WASP-17b, WASP-19b, WASP-31b, WASP-39b, HAT-P-1b, HAT-P-12b, HD 189733b dan HD 209458b mengetuk satu-satu elemen kimia air melimpah di alam semesta.

"Kami harus menggunakan berbagai panjang gelombang yang benar-benar luas dari cahaya tampak dengan kisaran panjang gelombang inframerah untuk menunjukkan planet benar-benar memiliki banyak air," kata Fortney.
A continuum from clear to cloudy hot-Jupiter exoplanets without primordial water depletion

David K. Sing et al.

Nature, 14 December 2015, DOI:10.1038/nature16068

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…