Langsung ke konten utama

Jebakan Matematika Tanaman Karnivora Dionaea muscipula

Penelitian ~ Jebakan Venus dapat menghitung untuk menghindari alarm palsu. Tanaman karnivora Dionaea muscipula mengatur perilaku makan berdasarkan rangsangan.

Daun Venus D. muscipula mengatur jam makan berdasarkan berapa kali pemicu rangsangan memukul rambut bahwa keterampilan matematika menghemat energi dan menghindari alarm palsu.

Ketika serangga mengembara ke salah satu tanaman karnivora, setiap kesalahan dihitung dan diubah menjadi sinyal kimia sebelum keluar rumus bagaimana cara mencernanya semudah hitungan satu, dua, tiga, empat dan lima.

Aritmatika mengukur jatah persediaan makanan semalam dengan menghitung sinyal eksternal secara real time, merekam berapa kali disentuh dan menerjemahkan informasi menjadi formula kimia.

Para ilmuwan mengetahui Venus penangkap lalat dengan menyesuaikan perilaku makan yang sesuai jumlah perkalian pemicu rambut sensitif pada daun khusus menyerupai perangkap.

"Jumlah potensial aksi menginformasikan ukuran dan mangsa. Hal ini memungkinkan Venus menyeimbangkan biaya dan manfaat," kata Rainer Hedrich, biofisikawan University of Würzburg di Jerman.

Para peneliti menipu tanaman seperti pemikiran serangga mendarat di atasnya dengan menerapkan peningkatan jumlah sentuhan buatan pada rambut perangkapnya.



Satu sentuhan perdana merangsang pengaturan untuk mode siap, tapi tanpa gertakan menutup. Sentuhan kedua adalah melakukan tindakan perangkap menutup gerak mangsa.

Sentuhan selanjutnya merangsang tanaman menyiapkan dapur sehingga setelah sentuhan ke-5 mulai memproduksi enzim pencernaan dan molekul yang mengambil nutrisi.

"Jika Anda tidak panik, perangkap tetap terbuka. Tapi setelah terjebak Anda pasti panik untuk melarikan diri. Setiap Anda berjuang, rambut menyiapkan proses selanjutnya," Hedrich.
The Venus Flytrap Dionaea muscipula Counts Prey-Induced Action Potentials to Induce Sodium Uptake

Jennifer Böhm et al.

Current Biology, January 21, 2016, DOI:10.1016/j.cub.2015.11.057

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…