Monday, January 25, 2016

Lubang Hitam Menengah CO-0.40-0.22 Duduk Dekat Sgr A*

Penelitian ~ Lubang hitam menengah terselip di dekat pusat Bima Sakti, awan gas bergolak menunjuk tanda tangan gelap pengaruh gravitasi yang kuat.

Lubang hitam supermasif di pusat galaksi mungkin memiliki tetangga menengah. Jika pasangan ada, pusaran bertetangga menjadi lubang hitam paling besar kedua dikenal di Bima Sakti.

Sebuah objek aneh berjuluk CO-0.40-0.22 mungkin lubang hitam dengan bobot 100.000 kali Matahari yang menjabarkan mengapa gas di awan antarbintang berputar-putar ratusan kilometer per detik.

Monster dengan berat badan sedang berbentuk elips terdiri dari dua komponen yaitu kepadatan rendah dengan kecepatan dispersi 100 kilometer per detik dan kepadatan tinggi memanjang 10 tahun cahaya mengetuk detektor di Jepang.

Lubang hitam massa menengah adalah 100 hingga 1 juta kali Matahari yang sulit ditemuakn tetapi sangat dicari untuk banyak alasan. Tidak ada bukti-bukti definitif muncul, meskipun beberapa sinar-X terlihat di galaksi lain.

Nobeyama Radio Observatory 45 meter di Jepang menangkap X-ray dan inframerah tua untuk sumber turbulensi bahwa awan gas bergolak harus bergerak melewati gravitasi lubang hitam massa menengah.

Para ilmuwan melaporkan kandidat baru dan awan host duduk di core Bima Sakti 25.000 tahun cahaya di konstelasi Sagitarius dan hanya 200 tahun cahaya dari jarak lubang hitam raksasa Sgr A* berbobot 4 juta kali Matahari.


"Fitur-fitur ini menunjukkan dispersi kecepatan tidak disebabkan oleh input energi lokal seperti ledakan supernova," kata Tomoharu Oka, astrofisikawan Keio University di Yokohama.

Meskipun awan antarbintang harus menghasilkan radiasi 1 miliar kali Matahari dan menghabiskan sekitar 10.000 tahun melewati awan sehingga kemungkinan cukup rendah, para peneliti memberi janji yang indah.

Simulasi sederhana awan gas dilempar sumber gravitasi 100.000 kali massa Matahari dalam jangkauan radius 0,3 tahun cahaya cukup memberi cara terbaik sesuai dengan data lapangan.

"Mengingat fakta tidak ada benda kompak terlihat dalam X-ray atau inframerah, sejauh yang kita tahu kandidat terbaik adalah lubang hitam," kata Oka.

Para ilmuwan percaya 100 juta lubang hitam di Galaksi Bima Sakti, tetapi sumber X-ray hanya menemukan puluhan. Sebagian besar lubang hitam memang gelap dan sulit dilihat secara langsung pada panjang gelombang apapun.

"Investigasi gerakan gas dengan teleskop radio menyediakan cara saling melengkapi untuk mencari lubang hitam gelap," kata Oka.
Signature of an Intermediate-Mass Black Hole in the Central Molecular Zone of Our Galaxy

Tomoharu Oka, Reiko Mizuno, Kodai Miura, Shunya Takekawa

arXiv, Submitted on 15 Dec 2015, arXiv:1512.04661
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment