Saturday, January 30, 2016

Awan Smith Diusir Bima Sakti Sebelum Datang Kembali

Penelitian ~ Awan gas besar meluncur ke galaksi Bima Sakti memasok 2 juta Matahari baru. Berarak dari tepi galaksi 70 juta tahun lalu, Awan Smith sedang dalam perjalanan kembali.

Awan gas raksasa meluncur kembali dan meludah 2 juta bintang baru ketika menabrak galaksi Bima Sakti. Komposisi kimia formasi besar gas mendekati tepi Bima Sakti dengan kecepatan 310 kilometer per detik.

Objek WV 360 dan HVC 040-15 pada tahun 1963 memukul teleskop radio astronom Belanda Gail Bieger duduk 40.400 tahun cahaya dari Bumi yang diduga galaksi kerdil atau gas intergalaksi adalah tiri Bima Sakti sendiri.

Membentang panjang 11.000 tahun cahaya dan lebar 2.500 tahun cahaya setara span langit dengan diameter 30 kali ukuran bulan purnama diusir dari Bima Sakti 70 juta tahun lalu.

Para astronom menggunakan Hubble Cosmic Origins Spectrograph pekan lalu melaporkan jejak samar komposisi kimia asal-usul misterius Awan Smith sama dengan komposisi kimia Matahari.

"Dengan mengukur sulfur, Anda dapat tahu bagaimana atom belerang awan dibandingkan dengan Matahari," kata Andrew Fox, astronom Space Telescope Science Institute.


Lintasan balistik melempar kembali ke dalam disk Bima Sakti dalam waktu 27 juta tahun kemudian dan memicu ledakan spektakuler yang memasok gas pembntukan bintang baru.

Awan menyerap beberapa cahaya dalam rentang panjang gelombang yang sangat kecil dan pengukuran dip di balik awan memungkinkan para ilmuwan membuat catatan susunan kimia.

Sementara awan intergalaksi adalah hidrogen murni, Awan Smith memiliki hubungan intim dengan Bima Sakti. Tapi entah bagaimana dikeluarkan dari disk luar 70 juta tahun lalu dan sekarang bumerang sedang dalam perjalanan kembali.
On the Metallicity and Origin of the Smith High-Velocity Cloud

Andrew J. Fox, Nicolas Lehner, Felix J. Lockman, Bart P. Wakker, Alex S. Hill, Fabian Heitsch, David V. Stark, Kathleen A. Barger, Kenneth R. Sembach, Mubdi Rahman

arXiv, Submitted on 15 Dec 2015, arXiv:1512.04957
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment