Friday, January 29, 2016

Babilonia Menggunakan Geometri Lacak Gerakan Jupiter

Penelitian ~ Babilonia menggunakan geometri untuk melacak gerakan planet Jupiter, perhitungan canggih langit datang jauh sebelum bangsa Eropa melakukan hal sama.

Peta kuno lintasan planet mengesankan membuat ziarah Indiana Jones pingsan setelah berdiskusi dengan sejarawan yang menerjemahkan trapesium misterius pada tablet astronomi Babilonia kuno.

Pelacakan dan merekam gerak Matahari, Lunar dan planet-planet berparade di langit, astronom Babilonia kuno menggunakan aritmatika sederhana untuk memprediksi posisi benda langit.

Peradaban kuno memetakan gerakan abstrak matematis surgawi yang mengejutkan dunia modern karena selama ini prestasi dianggap berasal dari kalangan sarjana Eropa yang hidup 1.400 tahun kemudian.

Analisis tulisan paku pada 4 tablet utuh tanah liat menunjuk perhitungan geometris inovatif yang memungkinkan para astronom kuno melacak pergerakan planet raksasa di langit.

Meskipun tidak ada dokumentasi lokasi persis karena ribuan tablet tanah liat lainnya ditemukan abad ke-19 di Irak, tabel astronomi telah umum di ibukota Babilonia antara 2.366 hingga 2.066 tahun lalu.

Ketajaman geometris memberitahu sesuatu mengapa manusia melakukan ibadah keilmuwan di tempat pertama dan dari waktu ke waktu melakukannya dengan semakin baik.

Skema memprediksi lokasi Jupiter dalam zodiak dan para astronom Mesopotamia kuno mengalahkan Eropa ribuan tahun dalam menangkap ide-ide yang menyebabkan kalkulus integral.

Filsuf pekan ini melaporkan bukti baru cikal bakal kalkulus beberapa abad sebelum masehi yang menggunakan metode geometris canggih di mana sejarawan berpikir belum muncul sampai abad ke-14 di Eropa.

"Babilonia kuno menerapkan metode geometris dengan cara sangat modern untuk mempelajari gerak," kata Mathieu Ossendrijver, sejarahan Humboldt University.

Babilonia membuat lompatan mental yang mendeskripsi gerakan planet kongkrit dengan aritmatika untuk mewakili gerakan-gerakan dalam dunia abstrak dan ruang geometris.

Lebih dari 400 tablet diangkat di situs berisi perhitungan tentang planet dan Lunar yang sebagian besar didasarkan pada penambahan dan operasi aritmatika lainnya atau instruksi untuk melaksanakan perhitungan tersebut.


Empat tablet disimpan British Museum melestarikan bagian yang berbeda kurang dipahami. Para ilmuan menyebut prosedur perhitungan trapesium karena referensi bentuk segi empat dengan dua sisi paralel berbeda panjang.

Para astronom Babilonia menggunakan grafik trapesium untuk menentukan gerakan Jupiter berapa kecepatan planet berubah dari hari ke hari dan jarak yang ditempuh planet lebih dari dua interval 60 hari berturut-turut.

Babilonia kuno juga membagi grafik trapesium menjadi 2 trapesium kecil dari area yang sama untuk menentukan waktu ketika Jupiter perjalanan setengah jarak pada akhirnya mencakup lebih dari 60 hari.

Para sarjana Inggris dan Perancis di abad ke-14 mengembangkan metode yang sama untuk melacak gerakan planet-planet dalam abstrak dan ruang geometris. Tapi orang Babilonia perintis asli.

Geometri didefinisikan secara luas sebagai prosedur matematika mengenai bentuk, ukuran, garis dan sudut. Yunani kuno juga menggunakan meskipun bukan prosedur trapesium yang sama.

Para astronom Yunani menetapkan geometri dengan cara inventif seperti Aristarchus dari Samos memperkirakan jarak Matahari dan Lunar menggunakan perhitungan geometris yang tidak diketahui Babilonia.

Orang-orang Mesopotamia di Efrat dan Trigis mengembangkan matematika 5.000 tahun lalu. Di antara mereka adalah orang-orang Babilonia yang menulis dalam naskah cunieform dan mengadopsi sistem penomoran sexagesimal.

Awal matematika merupakan bentuk penghitungan domba. Matematika berbagi pengetahuan dalam penaklukan Alexander Agung di seluruh Asia. Aristarchus berpendapat alam semesta heliosentris.

"Geometri sangat tua, tapi diterapkan dalam cara yang sama sekali baru, tidak bidang atau sesuatu yang hidup di ruang nyata, tetapi di luar angkasa benar-benar abstrak," kata Ossendrijver.

"Di Babilonia antara 350 hingga 50 SM, ulama atau mungkin salah seorang yang sangat jenius datang dengan ide menggambar grafik kecepatan planet terhadap waktu dan komputasi area grafik," kata Ossendrijver.
Ancient Babylonian astronomers calculated Jupiter’s position from the area under a time-velocity graph

Mathieu Ossendrijver

Science, 29 Jan 2016, DOI:10.1126/science.aad8085
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment