Thursday, January 21, 2016

Planet Ke Sembilan Mengorbit Di Pinggiran Tata Surya

Penelitian ~ Peti bukti planet kesembilan tersembunyi. Tanda tangan gravitasi mengisyaratkan raksasa di pinggiran tata surya mengorbit Matahari setiap 20.000 tahun.

Satu abad setelah Percival Lowell berspekulasi bahwa 'Planet X' mengintai di pinggiran tata surya, hari ini memiliki bukti terbaik untuk klaim dunia hipotetik yang disebut Planet Nine (Phattie).

Perhitungan orbital menunjuk bahwa Planet Kesembilan, jika ada, bermassa 10 kali massa Bumi dalam ayunan orbit elips mengelilingi Matahari sekali setiap 10.000 hingga 20.000 tahun.

Kisah tata surya tidak benar-benar tuntas digambar di papan tulis. Selama masa bayi 4,5 miliar tahun lalu, planet tiri tersingkir dari tempat tidur. Diperlambat oleh gas, planet menetap ke orbit elips dan masih mengintai hari ini.

Jika sebuah super-Bumi duduk terpencil mungkin berasal lebih dekat Matahari dengan nasib ditendang keluar oleh planet raksasa lain selama periode konstruksi sistem surya.

JPL; Batygin and Brown/Caltech; A. Cuadra/Science

Sebuah planet yang tak terlihat bersembunyi di pinggiran tata surya bisa menjelaskan keanehan orbit beberapa dunia dingin menjauhi Matahari dalam kisaran melampaui Pluto sesekali melintasi es sabuk Kuiper.

Planet berjalan sepanjang orbit sangat elips dengan jarak rata-rata dari Matahari 400 sampai 1.500 kali Bumi atau sekitar 60000 miliar hingga 220000 miliar kilometer dari Matahari atau kisaran 200 AU.

Kecurigaan Planet Sembilan pertama kali disuarakan Maret 2014 ketika para peneliti melihat selusin benda jauh melampaui Neptunus yang berkunjung ke tengah sistem surya ketika pendekatan terdekat dengan Matahari.

Interaksi dengan planet raksasa yang dikenal seharusnya menyeberang acak, probabilitas pengelompokan terjadi secara kebetulan hanya 0,007 persen. Planet berpatroli di perbatasan tata surya, tapi semua duduk dalam orbit tertib.

Tak ada yang pernah melihat, tapi para ilmuwan pekan ini melaporkan kesimpulan berdasarkan gerakan Kuiper belt objects (KBOs). Mengingat sejarah spekulasi planet jauh, Planet Sembilan mungkin juga berakhir di tempat sampah.

"Jika saya membaca laporan ini, reaksi pertama adalah gila. Tapi jika Anda melihat statistik, sangat sulit pergi dengan kesimpulan lain," kata Michael Brown, astronom California Institute of Technology (Caltech) di Pasadena.



Klaim keberadaan Planet Nine mengingatkan abad ke-19 ketika para astronom memprediksi dan kemudian menemukan Neptunus dengan mempelajari gangguan kecil orbit Uranus. Gravitasi objek misterius harus menarik-narik Uranus.

"Dalam beberapa hal kami berharap sedikit menghidupkan kembali sejarah," kata Konstantin Batygin, astronom Caltech.

Kisah Planet Sembilan dimulai tahun 2014 ketika duo astronom melaporkan temuan KBO disebut 2012 VP113. Orbit meluas tidak pernah datang lebih dekat dari 80 AU ke Matahari. Orbit terjauh Pluto sendiri adalah 48 AU.

VP113 bergabung dengan planet kerdil Sedna karena hanya keduanya objek yang dikenal dalam orbit sangat jauh. Tapi ilmuwan lain berspekulasi mungkin ada planet lebih besar dari Bumi nongkrong di sekitar 250 AU.

Batygin dan Brown menganalisis orbit lebih lanjut dan menemukan sumbu panjang selaras, seolah-olah sesuatu telah menyenggol untuk menempati ruang yang sama di sekitar Matahari. Harus ada benda besar yang menggiring.

Phattie mungkin lebih kecil dari Neptunus dan lapisan luar es mengandung gas. Ketika tata surya berumur 3 juta tahun pertama, efek gravitasi Uranus dan Neptunus melemparkannya ke luar.



Astronom bisa pingsan mendeteksi bercak Planet Nine menggunakan teleskop karena sangat sulit dan menghabiskan banyak waktu menonton sangat jauh dari Matahari atau bidikan satu area tapi menunggu 10.000 tahun.

Brown dan Batygin sudah mencari dengan menggunakan teleskop Subaru di Hawaii dan sejauh ini tidak berhasil. Tapi Large Synoptic Survey Telescope di Chili memiliki kesempatan baik ketika beroperasi awal dekade depan.

Masih ada cara lain untuk menguji keberadaan Planet Sembilan yaitu pengaruh gravitasinya yang menghasilkan populasi Kuiper dengan orbit pada sudut miring sangat tajam untuk memperkuat statistik apakah benar-benar ada atau tidak.

"Semua orang marah bahwa Pluto tidak lagi dianggap planet, tapi masih ada sebuah planet nyata di luar sana untuk mengenapi 9 planet lagi," kata Brown.
Evidence for a Distant Giant Planet in the Solar System

Konstantin Batygin and Michael E. Brown

The Astronomical Journal, 2016 January 20, DOI:10.3847/0004-6256/151/2/22
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment