Skip to main content

Penggerak Sirip Depan Plesiosaurus Meyerasaurus victor

Penelitian ~ Reptil laut kuno melayang melalui Air. Empat sirip Plesiosaurus Meyerasaurus victor tidak berenang seperti ikan, paus atau bahkan berang-berang.

Mosnter laut yang hidup pada zaman fauna bertubuh besar-besaran mendorong diri maju ke depan di bawah air dengan mengepakkan 2 sirip depan seperti yang dilakukan penguin hari ini.

Raksasa air paleolitik mungkin tidak bergantung banyak pada sirip punggung untuk propulsi. Ketika gerakan yang sudah terjadi hanya sedikit upaya peningkatan kecepatan.

Perlu diketahui di antara makhluk berkeliaran di Bumi selama masa dinosaurus bukan dinosaurus, tapi reptil aneh yang berlayar di perairan Mesozoikum dengan 4 sirip, 2 di depan dan 2 di belakang.

Sementara kelompok beragam reptil perenang dari Jurassic Hilir hingga Cretaceous Akhir, beberapa top predator leher panjang dan lainnya gemuk pendek, semua memiliki adaptasi unik hewan raya.

Para ilmuwan melaporkan pertama kali bahwa plesiosaurus memiliki rencana tubuh yang aneh dan tidak ada perjanjian dalam literatur paleontologi kapal selam raksasa 200 juta sampai acara asteroid menyapu 66 juta tahun lalu.

"Pertama kalinya pengerak Plesiosaurus disimulasikan dengan komputer," kata Adam Smith, kurator Nottingham Natural History Museum di Inggris.

"Penelitian kami menyediakan informasi baru bagaimana hewan-hewan punah yang luar biasa berenang," kata Smith.



Meskipun plesiosaurus adalah komponen kunci ekosistem laut, tidak ada analogi 4 dayung untuk memberi wawasan ke dalam perilaku atau ekologi yang menjadi topik perdebatan tak berkesudahan.

Jie Tan, mahasiswa pascasarjana Georgia Institute of Technology, menciptakan model komputer dan simulasi yang mengungkap gerakan katak, kura-kura, belut dan pari manta. Tetapi ia ingin tantangan lain.

Pengerak Plesiosaurus telah membuat para ilmuwan garuk-garuk kepala sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1824 karena ada hewan modern yang terlihat mirip. Kura-kura dengan 2 sirip depan besar tidak cocok.

Smith dan rekan membangun model komputer berdasarkan M. victor yang ditemukan dalam formasi Jurassic bawah di Jerman. Pivot poin sendi kaki dalam kehidupan nyata dengan leher dan ekor kaku.

Runing 2000 simulasi mengidentifikasi cara paling efisien Plesiosaurus berenang. Sirip depan naik turun sebagai pusat kekuatan dorong, sementara sirip belakang mungkin untuk melayani stabilitas dan kemudi.
Computer Simulations Imply Forelimb-Dominated Underwater Flight in Plesiosaurs

Shiqiu Liu et al.

PLOS Computational Biology, December 18, 2015, DOI:10.1371/journal.pcbi.1004605

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…