Friday, December 18, 2015

Spesies Homo Tak Dikenal di Situs Red Deer Cave China

Penelitian ~ Tulang paha menambah misteri lebih spesies Homo 14.000 tahun lalu. Fosil kaki di gua China menimbulkan kemungkinan kontroversial manusia hibrida.

Dua atau lebih spesies manusia berbagi gua dan tempat tidur dengan api unggun menyala di belakang gua. Sekelompok orang makan rusa, landak dan berang-berang tidak hanya berbagi hutan.

Poin tulang paha tiba-tiba datang dalam kehidupan nenek moyang. Femur parsial menunjuk sesekali kawin silang spesies pra manusia modern ke dalam garis tumpang tindih dengan manusia modern di zaman es.

Sulit untuk mengetahui apakah tulang sebenarnya kanibalisme Homo sapiens yang juga ditemukan di daerah yang sama, meskipun memiliki tanda bekas pemotongan yang konsisten dengan menyembelih.

Sebuah fragmen tulang kaki bagian atas terbaring 14.000 tahun di barat daya China mungkin datang dari garis sebelum hominid pra-manusia yang selamat di Asia Timur cukup lama kawin dengan H. sapiens.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan kecurigaan kawin campur spesies Homo tak dikenal Asia Timur bahwa fosil kemungkinan besar mewakili sebuah varian lain manusia di Asia Timur.

"Usia muda menunjuk kemungkinan manusia primitif sangat terlambat dalam evolusi kita, tetapi perlu berhati-hati karena hanya satu sampel tulang," kata Xueping Ji, arkeolog Yunnan Institute of Cultural Relics and Archaeology.

Ekstremitas parsial mengandung campuran fitur tak biasa menghubungkan berbagai anggota punah genus Homo termasuk Homo erectus dari 1,5 juta tahun lalu. Jawaban tidak definitif, tetapi tulang bukan manusia modern.


Sementara Homo habilis bersama Homo neanderthalensis di pihak lain, manusia tak dikenal meninggalkan beberapa DNA di sebuah gua di Siberia dan hobbit Homo floresiensis di Indonesia untuk pihak jauh.

Tetapi di akhir zaman es, multikultural 10.000 tahun lalu hanya menyisakan satu spesies yang selamat sehingga fosil kaki baru mungkin juga berasal dari populasi unik Homo Zaman Batu di Asia.

Tulang muncul di situs Maludong atau Red Deer Cave yang pertama kali digali pada tahun 1989 dan sebelumnya temuan tengkorak dan gigi dari gua yang sama milik garis leluhur tidak biasanya pada H. sapiens.

Poros sempit dengan lapisan luar tipis terlihat jauh lebih kuno dari temuan tengkorak dan gigi. Kemungkinan spesies pra manusia modern yang tumpang tindih waktu dengan manusia modern di Asia Timur.

Kisah evolusi manusia tidak pernah mudah dan temuan baru membuat kisah lebih kusut. Individu Red Deer Cave lebih kecil dari standar zaman es dengan berat badan sekitar 50 kilogram menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.

"Teka-teki Red Deer Cave bahkan lebih menantang. Mengapa mereka bertahan hidup begitu terlambat? Dan mengapa hanya di barat daya China tropis?" kata Darren Curnoe, antropolog University of New South Wales di Sydney.
A Hominin Femur with Archaic Affinities from the Late Pleistocene of Southwest China

Darren Curnoe et al.

PLoS ONE, December 17, 2015, DOI:10.1371/journal.pone.0143332
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment