Thursday, December 17, 2015

Kaus Kaki Pembangkit Listrik Mikroba Berbasis Urin

Penelitian ~ Pembangkit listrik bertenaga mikroba menghasilkan listrik dari urin. Microbial fuels cells (MFCs) menyalak perangkat trasmiter dari kaus kaki.

Tepat pada waktunya untuk belanja liburan akhir tahun semua orang perlu kaus kaki dan petualangan tidak perlu kekhawatiran karena teknologi baru menghasilkan listrik dari bahan bakar mikroba bertenaga kencing.

Jika Anda terdampar tanpa makanan dan air, minum urine adalah jalan terakhir untuk mengulur hidup. Tapi pekan ini air seni memiliki kegunaan darurat lainnya sebagai aki penyalak gadget untuk mengirim sinyal pertolongan.

Sumber energi alternatif seperti elektromagnetik, surya, panas dan mekanis hanya duduk diam di tempat, tetapi energi kimia menggunakan limbah tubuh menjadi teknologi elegan bagi manusia dalam berbagai lingkungan.

Microbial fuels cells (MFCs) mengandung bakteri dengan nutrisi urin dalam kaus kaki menghasilkan listrik yang cukup untuk menghidupkan pemancar nirkabel dan mengirimkan pesan setiap 2 menit.

Para ilmuwan mewujudkan ide sepasang kaus kaki ketika berjalan memaksa kandung kemih seukuran kira-kira 648 mililiter berisi urin beredar melalui tabung terpadu mengolah bahan bakar sel mikroba.

Credit: WE Bristol/Ioannis Ieropoulos

"Setelah ponsel dengan MFC menggunakan urin sebagai bahan bakar, kami ingin melihat ini dalam teknologi wearable," kata Ioannis Ieropoulos, bioteknolog University of the West of England di Bristol.

Rincian sistem energi menggunakan urin untuk catu daya dengan ide air seni mengalir ke dalam kaus kaki melalui serangkaian tabung dan membiarkan sel bahan bakar berisi mikroba memprosesnya.

MFC memerlukan aliran urin kontinu sehingga kaus kaki juga menggabungkan pompa kecil di bagian tumit. Ketika pengguna berjalan, pompa mengedarkan urin melalui tabung dan melewati PMF untuk menghasilkan energi.

Credit: WE Bristol/Ioannis Ieropoulos

Sistem pembangkit energi sepenuhnya mandiri berbasis teknologi MFC karena sel-sel benar-benar menyentuh langsung energi biokimia yang digunakan untuk pertumbuhan mikroba dan mengubahnya langsung menjadi listrik.

Pompa didasarkan pada sistem peredaran darah ikan dan menjaga cairan bergerak tarik-dorong dinamis. Dalam tes awal bekerja cukup baik untuk menyiarkan pemancar kecil kepada modul penerima.

Sel bahan bakar mikroba berbasis limbah tidak baru, tetapi pembangkit listrik mobile memberi kelebihan. Sementara tersesat di hutan, sistem transmisi terpakai mengirim koordinat dan Anda selamat hanya dengan buang air kecil di dalamnya.
Self sufficient wireless transmitter powered by foot-pumped urine operating wearable MFC

M Taghavi et al.

Bioinspiration & Biomimetics, 10 December 2015, DOI:10.1088/1748-3190/11/1/016001
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment