Tuesday, December 15, 2015

Badai Berkecamuk di Permukaan Bintang Kerdil Tipe L

Penelitian ~ Bintang kecil dengan badai besar mengamuk di atasnya. Sebuah bintang kerdil Tipe L, WISEP J190648.47+401106.8 (W1906+40), seukuran Jupiter.

Meskipun bukan planet, sebuah permukaan dunia dicabik petir lebih keras dari planet apapun di tata surya. Mendung disertai angin berubah menjadi hujan pasir panas, besi cair atau garam.

Bukti terbaik badai tak kunjung padam tidak hanya berhubungan dengan planet damai. Duduk jauh di sana sebuah bintang katai datang dengan beberapa masalah serius sistem cuaca di permukaannya.

Badai Jupiter disebut Great Red Spot telah mengamuk selama manusia menonton 400 tahun lalu. Amukan angin perlahan-lahan menyusut, tapi masih sekitar 3 kali lebih besar dari Bumi dan sekarang hadir lebih singkat di sebuah bintang.

Para ilmuwan pekan ini menggunakan teleskop ruang angkasa NASA Kepler dan NASA Spitzer melaporkan badai raksasa berkecamuk di atmosfer bintang seukuran planet gas raksasa.

"Kami mengamati kerdil WISEP J190648.47+401106.8 bahwa kurva cahaya konsisten dalam fase dan amplitudo selama 2 tahun," kata John Gizis, astronom University of Delaware.

W1906+40 adalah bintang kerdil Tipe L yang ditemukan NASA Wide-field Infrared Survey Explorer pada tahun 2011 di konstelasi Lyra sekitar 53 tahun cahaya dari Bumi dan sejak itu astronom mengikuti perubahan suasana.

Beberapa bintang dianggap katai L karena melebur atom dan menghasilkan cahaya, sedangkan katai coklat yang disebut sebagai bintang gagal karena miskin fusi atom.

"Bintang seukuran Jupiter dengan badai seukuran bintik merah. Badai baru ini berlangsung setidaknya 2 tahun dan mungkin lebih," kata Gizis.

Kepler dan Spitzer tak dapat melihat badai itu sendiri, tetapi kehadiran datang setelah mengamati perubahan cahaya dari waktu ke waktu. Ketika memukul teleskop, panjang gelombang inframerah menunjuk kecerahan tertentu.

W1906+40 memiliki suhu relatif dingin yaitu 1.927 derajat Celsius. Berdasarkan model komputer perjalanan badai membuat satu putaran penuh setiap 9 jam dan berlokasi di dekat kutub utara.

"Kami tidak tahu apakah jenis badai bintang ini adalah unik atau umum dan mengapa berlangsung begitu lama," kata Gizis.
Kepler Monitoring of an L Dwarf II. Clouds with Multiyear Lifetimes

John E. Gizis et al.

arXiv, Submitted on 24 Sep 2015, arXiv:1509.07186
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment