Monday, December 14, 2015

Genom Semanggi Merah (Trifolium pratense) Terbit

Penelitian ~ Genom Semanggi Merah (Trifolium pratense) telah datang, sebuah tim selesai mengurutkan genom berbagai tanaman Bunga Semanggi Merah Milvus B.

Semanggi Merah (T. pratense) adalah abadi dengan siklus kadang-kadang 2 tahunan yang muncul di hutan berbatu merupakan harapan untuk menyingkirkan pupuk nitrogen berbasis minyak fosil.

Spesies tumbuh di seluruh dunia dengan habitat asli Eurasia dan Afrika utara dan naturalisasi luas di daerah beriklim. Pembibitan eksperimental alam telah dikenal di Ethiopia, Zimbabwe dan Afrika Selatan.

Semanggi Merah adalah legum hijau yang signifikan secara global dalam sistem budaya pastoral. Komponen menarik pertanian padang rumput yaitu kandungan protein dan pemupukan nitrogen dari atmosfer.

"Publikasi referensi genom Semanggi Merah merupakan tonggak penting karena sekuen genom pertama dari tanaman semanggi hijau," kata Jose de Vega, genetikawan Genome Analysis Center dan Aberystwyth University.

"Rancangan genom membantu program pemuliaan dengan mempercepat penggabungan sifat menguntungkan dari panel beragam sampel tanaman untuk pertanian berkelanjutan," kata de Vega.

Genom mengandung 420 megabasis yaitu 420 juta pasangan basis huruf DNA. Blok besar sinteni lestari dengan Semanggi Barel (Medicago truncatula) dan perkiraan kedua spesies menyimpang 23 juta tahun lalu.


"Di antara 40.868 gen, kami mengidentifikasi kelompok yang terlibat dalam jalur biokimia penting untuk kualitas pakan dan nutrisi ternak," kata de Vega.

Sebelum produksi industri pupuk nitrogen, Semanggi Merah dan legum lainnya sangat penting dalam rotasi tanaman, meningkatkan kesuburan tanah dengan asimilasi nitrat nitrogen dari udara dan merekrut bakteri tanah.

Isu lingkungan dan mitigasi perubahan iklim meletakkan Semanggi Merah kembali dalam daftar. Semangi Merah menyediakan pakan ternak kaya protein dan asam lemak omega-3 dalam susu ruminansia lebih ramah lingkungan.

"Ketersediaan perakitan genom membuka jalan metode pemuliaan genomik untuk kacang-kacangan hijau dan menyediakan platform pemahaman lebih dalam genetika domestikasi tanaman," kata de Vega.
Red clover (Trifolium pratense L.) draft genome provides a platform for trait improvement

Jose J. De Vega et al.

Scientific Reports, 30 November 2015, DOI:10.1038/srep17394
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment