Saturday, December 12, 2015

Burung Modern Pertama Terbang 95 Juta Tahun Lalu

Peneltian ~ Dampak asteroid membantu menyebarkan burung modern yang mengambil penerbangan pertama kali sekitar 95 juta tahun lalu.

Burung modern dari elang ke kutilang berbagi nenek moyang sama yang hidup sekitar 95 juta tahun lalu bahwa leluhur berbulu meletakkan dasar bagi telur-telur yang tak terhitung banyaknya di seluruh planet.

Sementara sebuah asteroid menghantam Semenanjung Yucatan 66 juta tahun lalu menghapus dinosaurus non-avian, burung modern terbang melenggang dan cepat mengisi relung kosong yang ditinggalkan.

Meskipun pukulan batu langit tidak memicu diversifikasi asli burung itu sendiri, kepunahan banyak menghapus pesaing ekologi sehingga panggung membolehkan burung modern menguasai angkatan udara.

Semua burung hidup hari ini saling terkait leluhur dari sepotong sawah ladang kapur yang memisahkan diri dari superbenua Gondwana menjadi semua burung hidup yang bisa Anda lihat pada hari ini.

Pohon keluarga baru yang disusun menggunakan kombinasi informasi catatan fosil dan analisis genetik burung modern hidup juga mengungkap bahwa garis keturunan mengalami ledakan besar evolusioner.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan analisis paling komprehensif yang mencoba memasang kalender rinci divergensi evolusi burung yang terjadi sejak awal hingga hari ini.

Burung mulai berpisah dari dinosaurus 150 juta tahun lalu selama Jurassic. Tapi burung awal memiliki beberapa fitur retro yaitu gigi, cakar di akhir setiap jari dan tulang ekor.

Lebih dari 10.000 spesies burung hidup dibandingkan hanya 5.000 spesies mamalia. Penelitian sebelumnya menggunakan data analisis genetik menyarankan burung muncul di mana saja 170 juta hingga 72 juta tahun lalu.

Tapi Joel Cracraft, ornitolog American Museum of Natural History di New York City, dan rekan menambahkan data anatomi spesies punah yang diawetkan dalam catatan fosil mempersempit jendela waktu.

"Burung modern adalah vertebrata darat paling kaya spesies dan distribusi global, tetapi kita tidak sepenuhnya memahami sejarah evolusi skala besar mereka," Cracraft

Sementara burung kuno paling klasik seperti Archaeopteryx dan Confuciusornis bagian dari garis keturunan yang akhirnya punah, para peneliti hanya melihat spesies dari 3 kelompok besar burung hidup hari ini.

Palaeognathae meliputi burung unta dan kerabat dekatnya, Galloanseres meliputi unggas air dan kerabatnya, serta Neoaves yaitu semua burung yang tidak tercakup keduanya menanugerahi keragaman burung hari ini.

Dua gen dari 230 spesies yang mewakili semua sub kelompok utama burung modern mendating kapan kelompok-kelompok muncul atau menyimpang dari kerabat terdekat mereka.

Data anatomi dari 130 spesies punah yang pernah hidup di seluruh dunia memberi informasi kapan dan di mana kelompok-kelompok berasal serta seberapa cepat masing-masing berevolusi.

Nenek moyang terakhir semua burung modern di dasar pohon kekerabatan evolusioner mencakup semua burung di Gondwana barat yang sekarang menjadi Amerika Selatan dan sebagian besar Antartika sekitar 95 juta tahun lalu.

Laporan Cracraft dan rekan memberi pijakan wawasan baru bagaimana burung menyebar ke seluruh dunia kuno. Beberapa kelompok mengepakkan sayap ke selatan yaitu Australia dan Selandia Baru, lainnya ke utara yaitu Amerika Utara.

Di utara beberapa spesies melebar ke Eurasia dan Afrika selama Paleogen yaitu 66 juta hingga 23 juta tahun lalu, sedangkan lainnya melintasi jembatan tanah yang sesekali terendam air laut dangkal menuju Asia Timur.

"Ketika Bumi mendingin dan mengering, fragmentasi tropis hutan menyebabkan populasi burung terisolasi," kata Cracraft.

"Banyak populasi kecil berakhir punah, tetapi fragmentasi juga memberikan kesempatan spesiasi dan ekspansi ketika lingkungan kembali hangat," kata Cracraft.

Analisis memberi jalan bahwa evolusi burung dipengaruhi aktivitas lempeng tektonik dan perubahan lingkungan. Suatu hari nanti temuan fosil di Amerika Selatan dan Antartika benar-benar membantu untuk menguji hipotesis.
A new time tree reveals Earth history’s imprint on the evolution of modern birds

Santiago Claramunt and Joel Cracraft

Science Advances, 11 Dec 2015, DOI:10.1126/sciadv.1501005
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment