Friday, December 11, 2015

Plot Terang Di Kawah Occator Planet Ceres Mungkin Garam

Penelitian ~ Sumber titik terang misterius Ceres mensyaratkan amonia dan asal usul planet kerdil dari lokasi jauh kemudian berjalan bagian dalam tata surya.

Patch terang di planet kerdil Ceres menunjuk lapisan bawah permukaan air es asin. Mineral sarat amonia juga menyarankan bahwa arsitektur bahan baku Ceres setidaknya sebagian diangkut dari pinggiran tata surya.

Bintik reflektif di Ceres telah menjadi salah satu misteri abadi misi wahana NASA Dawn yang tiba di planet kerdil pada tanggal 6 Maret. Selama kunjungannya mengupload katalog lebih dari 130 noda mengkilat di permukaan.

Meskipun tidak ada bukti air es di permukaan, spektrum Dawn memperlihatkan bahwa lanskap berlapis ammoniated phyllosilicates yang terbentuk oleh adanya es amonia di lokasi jauh dari Matahari.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan citra analisis yang menunjukkan bahwa jenis garam sulfat magnesium terhidrasi adalah selimut patch terang. Kabut yang juga muncul setiap pagi mungkin sublimasi debu.

Duduk di sabuk asteroid yang membantang antara Mars dan Jupiter, Ceres terlalu dekat dengan Matahari untuk membekukan amonia. Tapi material kaya es di awal hidupnya menyarankan dunia mini mungkin hanyut dari luar tata surya.



Atau skenario lain bahkan Ceres mungkin telah terbentuk di dekat orbit Neptunus dan kemudian bergerak bertahap setelah beberapa kali disenggol oleh planet raksasa yang mengubah orientasi.

Dunia kerdil selebar 950 kilometer tidak hanya seperti rekan asteroid raksasa Vesta di tata surya, tetapi juga protoplanet dan evolusinya dapat membantu ilmuwan untuk lebih memahami bagaimana planet lainnya terbentuk.

Konstruksi sekitar sepertiga dari semua massa sabuk asteroid di tatar surya, Ceres padat dengan sebagian besar permukaan gelap seperti aspal dan hanya sekitar 9% sinar Matahari memantul di atasnya.

Tapi titik mengkilat kawah Occator selebar 10 kilometer memantulkan cahaya 25%. Suhu permukaan antara -93C hingga -33C di siang hari bahwa sublimasi sinar Matahari paling masuk akal menjelaskan apa yang terjadi.

Air es hanya satu kemungkinan untuk material di titik terang. Lempung miskin besi dan garam mineral tertentu adalah kandidat lainnya, tapi tidak satupun darinya tampak terang ke ruang angkasa ketika diterangi Matahari.



Karena planet memiliki kepadatan 2,2 gram per sentimeter kubik, laporan sebelumnya menyarankan Ceres mengandung 25% air atau bahan ringan lainnya. Kehadiran sejumlah air membantu menjelaskan mengapa Ceres relatif terang.

Ilmuwan lain pekan ini juga melaporkan bahwa secara keseluruhan permukaan Ceres tampaknya terdiri dari mineral silikat dengan molekul terikat jumlah besar amonia. Ceres mungkin terbentuk jauh di luar kemudian berpindah ke sabuk asteroid.
Sublimation in bright spots on (1) Ceres

A. Nathues et al.

Nature, 09 December 2015, DOI:10.1038/nature15754

Ammoniated phyllosilicates with a likely outer Solar System origin on (1) Ceres

M. C. De Sanctis et al.

Nature, 09 December 2015, DOI:10.1038/nature16172
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment