Saturday, December 5, 2015

Fosil Buah Persik Prunus kunmingensis di China

Penelitian ~ Persik membatu mengungkap rahasia kesegaran. Fosilisasi buah persik di barat daya China lebih dari 2,6 juta tahun mendahului kedatangan jenis manusia apa pun.

Hidup adalah surga sebelum manusia berjalan di atas Bumi, setidaknya di China atau sejak manusia modern pertama merebut panggung 250.000 tahun lalu dan mulai bertani 10.000 tahun lalu, memetik kelezatan.

Sementara paleo persik mungkin lebih kecil dari kebanyakan Persik modern di toko buah hari ini, keduanya berbentuk oval dengan alur mendalam dan lubang di tengah seperti poster baleho warung es jus.

Para ilmuwan melaporkan dokumentasi tertua buah persik dengan menghadirkan fosil keriput bahwa kenikmatan buah manis berair telah siap di China mendahului 2 gelombang kedatangan Homo erectus dan Homo sapiens.

"Jika Anda membayangkan persik komersial terkecil saat ini, itulah yang akan terlihat. Berdaging yang dapat dimakan di sekitarnya. Pasti lezat," kata Peter Wilf, paleobotanis Pennsylvania State University.


Meskipun para penelti berpikir persik prasejarah ditugaskan menjadi spesies Prunus persica, mereka mengusulkan spesies baru Prunus kunmingensis karena tidak mampu merekonstruksi seluruh tanaman didasarkan pada polong saja.

Delapan persik matang menjadi batu muncul selama pembangunan jalan baru dekat Stasiun Bus di Kota Kunming tahun 2010. Fosil tersimpan di lapisan batuan Pliosen Akhir yang membentang periode geologi 5,3-2,6 juta tahun lalu.

Persik adalah buah ikonik China dan sumber-sumber sejarah membuktikan budidaya selama berabad-abad dalam Kitab Songs atau Shi-Jing berisi koleksi tertua puisi klasik China dengan karya-karya abad 11 hingga 7 Sebelum Masehi.



Kemudian pada tahun 1970-an ditemukan bukti arkeologi kebiasaan makan persik di situs pemukiman Neolitik desa Hemudu provinsi Zhejiang lembah sungai Yangzi dengan dating sekitar 8.000 tahun.

Buah berkembang di bawah seleksi alam dan kemudian melalui domestikasi untuk melegakan tenggorokan H. erectus dan H. sapiens awal yang tiba di China selama Pleistosen. Hari ini produksi tahunan persik mendekati 20 juta ton.

"Persik adalah saksi kolonisasi manusia di China. Ada sebelum manusia dan melalui sejarah, kita menyesuaikan," kata Wilf.
Peaches Preceded Humans: Fossil Evidence from SW China

Tao Su et al.

Scientific Reports, 26 November 2015, DOI:10.1038/srep16794
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment