Langsung ke konten utama

Drama Pisang Musa acuminata Di Ujung Kepunahan

Penelitian ~ Musa acuminata menuju kepunahan. Pisang adalah buah paling populer di dunia, tapi jamur mematikan pelan-pelan segera membunuhnya.

Dunia mungkin bakal kehilangan pisang untuk selamanya. Dalam beberapa tahun terakhir penyakit pembunuh pisang telah menyebar dari Asia Tenggara ke Timur Tengah, Afrika dan Australia.

Pelaku disebut Tropical Race 4 (TR4) berasal dari strain Indonesia yang muncul pada tahun 1960 dan sekarang malapetaka telah menyebar begitu luas bahwa jamur balap mengancam produksi pisang dunia.

Tanaman pisang sebagian besar dihasilkan petani kecil dan miskin dimana 85 persen produksi dibawa ke pasar lokal. Strain TR4 baru bisa menghapus mata pencaharian jutaan orang di seluruh dunia senilai U$11 miliar per tahun.

Seluruh pihak perlu mengakui kekalahan dan buah eksotis itu beberapa hari nanti mungkin tergelincir dari jangkauan sambil mempersiapkan diri untuk mengucapkan selamat tinggal kepada pisang tercinta.

Para ilmuwan melaporkan buah eksotis dalam pembantaian global diam-diam yang memohon investasi besar ke dalam pemuliaan varietas baru dan analisis lebih baik disertai karantina dari semua tanah terkontaminasi.

"Kita tahu Tropical Ras 4 menyebar dari Indonesia, kemungkinan ke Taiwan dan kemudian ke Cina dan seluruh Asia Tenggara," kata Gert Kema, biolog Wageningen University di Belanda.

Jamur mematikan sudah melompat ke Pakistan, Libanon, Yordania, Oman, Mozambik dan Queensland timur laut Australia. Jamur tidak bisa dibunuh dan hanya soal waktu sebelum mendarat di benua Amerika.

"Epidemi TR4 dan perhatian global yang melekat harus disuarakan untuk perubahan strategi yang sangat dibutuhkan," kata Kema dan rekan.

Bukan pertama kalinya pisang berada di ambang kepunahan. Pada medio tahun 1950 hampir semua varietas Gros Michel dari M. acuminata dimangsa jamur patogen Fusarium oxysporum dari Panaman.

Sebuah varietas baru dikenal Cavendish tahan terhadap jamur diperkenalkan ke daerah tropis dan menyumbang 47 persen seluruh produksi pisang dunia, tetapi sekarang TR4 baru melayangkan pukulan balik.

Penyakit ini juga merupakan F. oxysporum, tetapi dihasilkan dari strain yang berbeda dengan Panama. TR4 memasuki akar dan menyerang sistem vaskular, menyebar dan membuat tanaman dehidrasi kemudian mati.

Sangat sulit membiakkan pisang tahan jamur pada semua klon Cavendish dengan salinan tepat satu sama lain dan begitu juga Gros Michel. Jika penyakit mempengaruhi satu tanaman maka mempengaruhi segala hal.

Semua pisang berasal dari pembiakan hati pisang liar sampai keturunan tanpa biji terbentuk. Memproduksi pisang tanpa biji cukup mudah, tetapi di sisi lain membuka pintu kemungkinan penyakit dan menghapus seluruh perkebunan.

"Karena mereka tidak dapat bereproduksi secara seksual, mereka juga tidak bisa berkembang dan tak berdaya msnghadapi penyakit," kata Kema.

Sejauh ini langkah-langkah pencegahan jamur sudah dilakukan seperti menempatkan tanah atau pisang yang terinfeksi dalam karantina tetapi belum memadai dan tidak efektif.
Worse Comes to Worst: Bananas and Panama Disease—When Plant and Pathogen Clones Meet

Nadia Ordonez et al.

PLoS Pathogens, November 19, 2015, DOI:10.1371/journal.ppat.1005197

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…