Tuesday, December 1, 2015

Otak Pria dan Wanita Tidak Berbeda, Tapi Campuran

Penelitian ~ Otak pria dan wanita tidak benar-benar berbeda. Semua otak adalah tumpang tindih bahwa tidak ada satu paket bentuk sesuai alat kelamin.

Scan menunjukkan kebutuhan untuk berpikir di luar alat kelamin seseorang karena setiap otak memiliki mosaik fitur unik berbasis jenis kelamin ditambah beberapa hal umum pada keduanya.

Tidak penting pria berasal dari galaksi L dan wanita dari galaksi P karena tidak ada pembagian tajam antara otak pria dan wanita bahwa setiap otak adalah semua campuran kebalikannya.

Sementara beberapa fitur yang lebih umum dalam pada satu jenis kelamin daripada yang lain, otak setiap orang memiliki keunikan fitur mosaik yang biasa terlihat di kedua jenis kelamin.

Pertengahan abad ke-19, para peneliti mengklaim bisa memberitahu jenis kelamin seseorang hanya dengan melihat otak tanpa tubuh. Tapi laporan terbaru menemukan otak manusia tidak cocok kategori laki-laki dan perempuan.

Para ilmuwan menegaskan bahwa Anda harus memperlakukan setiap orang berdasarkan pada apa yang sesuai dilakukan orang itu dan bukan berdasarkan pada bentuk alat kelaminnya.

"Tidak ada gunanya berbicara laki-laki alami dan perempuan alami. Ada beberapa cara untuk menjadi pria dan wanita, tidak hanya satu cara dan semua cara tumpang tindih," kata Daphna Joel, neurosaintis Tel-Aviv University.

Joel dan rekan melakukan scan otak lebih dari 1.400 pria dan wanita dan tidak menemukan pembagian tajam apakah pria dari planet Mars dan wanita dari Venus bahwa setiap otak adalah tambal sulam.

"Kita menunjuk ada perbedaan, tapi otak tidak datang dalam paket pria dan wanita. Perbedaan yang Anda lihat adalah perbedaan rerata karena masing-masing adalah mosaik unik," kata Joel.

"Efek jenis kelamin bisa menjadi berbeda dan bahkan berlawanan dalam kondisi berbeda. Inilah sebabnya Anda dapat sangat maskulin pada satu fitur tapi sangat feminin pada fitur lain," kata Joel.

Sementara tidak ada bentuk sempurna otak laki-laki dan perempuan, pertanyaan penting tetap di bawah meja apakah jenis kelamin cenderung memiliki perbedaan kimia dan bagaimana terkait dengan fungsi otak.

Jika temuan Joel dan rekan direplikasi memberikan dukungan ide-ide yang diusulkan filsuf Yunani kuno Plato dan psikiater Swiss Carl Jung bahwa Anda bisa menjadi bagian laki-laki dan perempuan apa pun istilahnya.

Jika laki-laki cenderung memiliki amigdala lebih besar dibanding perempuan, perbedaan tersebut sangat kecil. Jika hippocampus kiri pria lebih besar, tidak ada jaminan wanita lain pasti lebih kecil.

Beberapa lebih umum pada laki-laki, sedangkan orang lain lebih umum pada wanita dan beberapa umum untuk keduanya. Joel mengatakan para ilmuwan harus mengubah definisi gender sebagai kategori sosial.

Untuk mengakomodasi tumpang tindih ini, Joel dan rekan menciptakan sebuah kontinum "keperempuanan" hingga "kelelakian" untuk seluruh otak. Masing-masing zona memiliki baik laki-laki dan perempuan.

"Tidak ada satu orang yang memiliki seluruh karakteristik laki-laki dan orang lain memiliki seluruh karakteristik perempuan. Atau jika ada mereka benar-benar langka ditemukan," kata Joel.

Sementara Joel bergerak terlalu jauh, neurolog masih bertahan dengan parameter jenis kelamin karena tikus laki-laki memiliki 5 kali lebih mungkin mengembangkan autisme dan perempuan 2 kali lebih mungkin menderita depresi.

Jenis kelamin tetap variabel penting yang sulit dilepaskan untuk menjelajahi dasar-dasar biologis perbedaan dan penghapusan gender adalah langkah yang terlalu jauh terutama bagi farmakolog.

Sex beyond the genitalia: The human brain mosaic

Daphna Joel et al.

Proceedings of the National Academy of Sciences, November 30, 2015, DOI:10.1073/pnas.1509654112
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment