Langsung ke konten utama

Frankenstein Cacing Planaria Girardia dorotocephala

Penelitian ~ Induksi cacing gepeng planaria tumbuh kepala dan otak dari spesies lain. Cubitan listrik menghasilkan Frankenstein Cacing Girardia dorotocephala lintas spesies.

Desain Franken cacing gepeng bertukar kepala dan otak dari semua spesies lain hanya dengan memanipulasi komunikasi sel bahwa perkembangan dikendalikan lebih dari hanya genetika.

Spesies cacing pipih planaria, G. dorotocephala, tumbuh kepala dan otak dengan karakteristik spesies Schmidtea mediterranea, Dugesia japonica dan Polycelis felina tanpa mengubah sekuen genom.

Pertama, memotong kepala. Berikutnya mengubah regenerasi dengan mengganggu saluran protein. Sel mengirim impuls listrik melalui persimpangan untuk berkomunikasi sesuai spesies yang diinginkan.

Para ilmuwan bermain-main dengan cacing pipih air tawar kecil yang terkenal mampu meregenerasi jaringan hilang. Karena sejumlah besar sel neoblasts yaitu sel induk totipoten mereka dapat menjadi jenis sel apapun dalam tubuh.

"Hal ini biasanya terpikir bahwa urutan dan struktur kromatin, material yang membentuk kromosom, menentukan bentuk organisme," kata Michael Levin, biolog Tufts University.

"Tapi eksperimen ini menunjukkan bahwa fungsi jaringan fisiologis dapat mengganti default anatomi spesies spesifik," kata Levin.

Cahaya datang bahwa bentuk kepala tidak terprogram oleh genom tetapi dapat diganti dengan memanipulasi sinapsis listrik dalam tubuh sehingga perbedaan spesies dapat ditentukan sebagian oleh aktivitas jaringan bioelektrik.

Sementara gen memberikan cetak biru tubuh organisme, cubitan bioelektrik adalah walkie-talkie yang digunakan untuk berkomunikasi. Mengganggu komunikasi ini Anda dapat mengganggu proses pembangunan.

Laporan baru bisa membantu meningkatkan pemahaman tentang cacat lahir dan regenerasi dengan mengungkap jalur baru untuk mengontrol pembentukan pola yang kompleks tanpa manipulasi genetik.

"Kami tahu bahwa sambungan listrik antar sel memberikan informasi penting bagi spesies spesifik untuk pola kepala selama regenerasi pada cacing pipih planaria," kata Levin.

"Dengan modulasi konektivitas sel melalui sinapsis listrik, kami mampu menurunkan morfologi kepala dan pola otak milik spesies yang sama sekali berbeda dengan genom normal," kata Levin.

Planaria yang memiliki kapasitas regeneratif luar biasa dan para ilmuwan mengganggu saluran protein menggunakan sinyal listrik bolak-balik untuk menginduksi perkembangan bentuk kepala spesies spesifik berbeda.

Bujukkan kepada G. dorotocephala semakin berhasil sebanding dengan kedekatan dalam timeline persaudaraan evolusioner. Semakin dekat 2 spesies terkait, semakin mudah memodifikasi perubahan.

Menariknya, perubahan bentuk tidak permanen alias sementara. Setelah regenerasi selesai, cacing utuh merombak kembali menjadi G. dorotocephala berikut bentuk kepala dalam beberapa minggu fase renovasi sekunder.
Gap Junctional Blockade Stochastically Induces Different Species-Specific Head Anatomies in Genetically Wild-Type Girardia dorotocephala Flatworms

Maya Emmons-Bell et al.

International Journal of Molecular Sciences, 24 November 2015, DOI:10.3390/ijms161126065

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…