Wednesday, November 25, 2015

Rekayasa Genetika Nyamuk Mutan Hapus Malaria

Penelitian ~ Nyamuk menunggang gene drive untuk memerangi malaria, teknik gen editing CRISPR-Cas9 membuat larva mutan cepat menyebar ke seluruh populasi liar.

Nyamuk direkayasa untuk menggulung seluruh populasi liar. Sebuah teknik rekayasa genetika baru dengan cepat menyuntik nyamuk malaria yang membantu untuk mengakhiri penyebaran penyakit pada manusia.

Alat pengeditan gen CRISPR/Cas9 menciptakan vaksin genetik yang terus menerus menyuntikkan dirinya ke dalam DNA nyamuk keturunan. Gene drive menyebar ke setiap nyamuk dalam suatu populasi hingga beberapa generasi.

Nyamuk mutan yang direkayasa menahan parasit penyebab malaria harus menghapus penyakit di beberapa daerah untuk selamanya bahwa gen anti-parasit hasil rekaya dapat diwariskan ke seluruh keturunan.

Kontrak manusia dengan malaria yang diselenggarakan Plasmodium yang terinfeksi parasit bisa diputus segera. Nyamuk mutan yang direkayasa bisa menghapus malaria dari panggung tersisa sebagai sejarah.

Gene drive hasil rekayasa potongan DNA melakukan copy dan paste diri ke lokasi yang tepat dalam genom organisme. Saat kawin, gene drive diwarisi dari satu orang tua dan generasi mendatang hampir selalu mewarisi gen tersebut.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa Plasmodium falciparum dapat direkayasa untuk menolak parasit, tapi mereka tidak memiliki cara untuk memastikan gen resistensi menyebar dengan cepat melalui populasi liar.

Teknik CRISPR/Cas9 adalah sistem baru pengeditan gen yang populer. Editor datang dalam 2 bagian yaitu DNA-cutting enzyme disebut Cas9 dan seuntai RNA yang memandu enzim ke lokasi genom yang akan dipotong

Para ilmuwan pekan ini melaporkan penggunakan metode kontroversial yang disebut ‘gene drive’ untuk memastikan bahwa rekayasa Anopheles stephensi mewariskan gen ke hampir semua keturunan seperti menyulut api.

Anthony James, biolog molekuler University of California Irvine, dan rekan bersusah payak menggunakan rekayasa genetika mozzie mengakhiri upaya 30 tahun untuk memerangi malaria.

"Ini langkah pertama signifikan. Nyamuk kita buat tidak berakhir, tetapi kita tahu teknologi ini memungkinkan secara efisien untuk populasi besar," kata James.

"Kami sudah membangun kargo gen antibodi. Mereka memiliki sistem drive dan ingin melihat apakah ini bisa membawa kargo kami," kata James.

Teknik penciptaan nyamuk transgenik yang terkenal menantang dan gen terisolasi yang dapat memberi resistensi kepada P. falciparum selama ini tidak memiliki cara untuk memastikan gen-gen menyebar ke populasi liar.

Konsep rekayasa gene drive bergumul selama satu dekade dan laboratorium James telah mencoba menghasilkan di masa lalu dengan perkembangan berlangsung dalam proses lambat.

Pada bulan Januari, Ethan Bier dan Valentino Gantz, biolog perkembangan University of California San Diego, datang dengan temuan menakjubkan bahwa gene drive bekerja pada lalat buah.

Bier dan Gantz telah menggunakan sistem gen-editing CRISPR-Cas9 untuk mengiput kode dengan mutasi gen tertentu pada lalat buah. Sistem CRISPR-Cas9 kemudian disalin bahwa mutasi dari satu kromosom diteruskan ke kromosom lain.

"Begitu kami melihat gen drive bisa bekerja, kami pikir nyamuk," kata Bier.

Nyamuk memiliki 2 gen yang menyebabkan resistensi terhadap patogen malaria. Gen termodifikasi diariskan lebih dari 99% kepada anak-anaknya bahwa gene drive bisa mengendalikan malaria.

"Saya berharap tidak perlu menunggu hingga sisa karir produktif saya, tetapi jika kita tidak bisa menemukan cara untuk melakukannya dengan etis, maka tidak akan dilakukan," kata James.

Peneliti lain juga berjuang dengan teknik sama. Tim di Imperial College London mengembangkan gene drives berbasis CRISPR untuk menginaktivasi gen yang terlibat produksi telur pada Anopheles gambiae betina.
Highly efficient Cas9-mediated gene drive for population modification of the malaria vector mosquito Anopheles stephensi

Valentino M. Gantz et al.

Proceedings of the National Academy of Sciences, November 23, 2015, DOI:10.1073/pnas.1521077112
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment