Saturday, November 21, 2015

Mawar Bionik dengan Implan Sirkuit Elektronik



Penelitian ~ Mawar bionic dengan sirkuit elektronik membawa dunia aneh ketika tanaman menelan kabel dengan daun berubah warna.

Toko tanaman dan elektronik umumnya di deretan ruko berbeda. Tapi perangkat baru telah bergabung dan mengambil langkah menuju dunia di mana tanaman dan komputer semakin terjalin.

Setiap mawar memiliki duri, tapi mawar tumbuh di laboratorium memiliki transistor dan elektroda juga. Mawar hibrida wetware dan hardware membuka pintu ke dunia baru yang semakin aneh.

Sementara pabrik implan medis menciptakan alat pacu jantung dan sensor tekanan darah, para peneliti di Linköping University membuat chip untuk memantau atau mengatur fisiologi tanaman.

Di era yang semakin jauh dengan implantasi mesin yang terintegrasi dengan tubuh biologi hibrida, anak-anak atau bahkan Anda sendiri nantinya melihat komputer sayuran tumbuh di kebun.

Petani dapat menguping untuk mengontrol pohon apakah bunga mawar harus berwarna merah atau putih, tangkai lurus atau melengkung beserta sistem akar berpijak di tanah, bebatuan atau hidroponik.

Para ilmuwan menciptakan mawar bionik dengan memasukkan material elektronik pabrik ke dalamnya dan memiliki rangkaian digital sederhana berjalan melalui tangkai. Daun lain berubah warna bila tegangan diterapkan.

"Kami menyebutnya flower power," kata Magnus Berggren, bioelektrikawan Linköping University di Swedia.

Eksperimen membuka pintu elektronik dapat plug in langsung ke tanaman seperti jamur lendir lendir dalam gadget atau sel bahan bakar bertenaga fotosintesis dan tanaman mengawasi sifat fisiologis mereka sendiri.



Ide tanaman bionik bukan hal baru. Kimiawan menunjuk kloroplas bayam dengan nanotube karbon yang mendorong laju fotosintesis karena menyerap cahaya pada panjang gelombang yang tidak dijangkau kloroplas hingga anggrek elektrik.

Tapi laporan baru adalah pertama kalinya para ilmuan memasukkan semua komponen sirkuit elektronik termasuk transistor dan saklar elektronik satu sebagai tanaman cyborg.

Para peneliti membayangkan sirkuit botani yang membiarkan merasakan dan merekam perubahan kadar hormon pada tumbuhan. Sistem di masa depan bisa menyenggol sifat fisiologis tanaman hingga modifikasi genetik.

Berggren dan rekan mulai dengan merendam potongan batang mawar ke dalam larutan PEDOT atau poly (3,4-ethylenedioxythiophene) yaitu polimer klasik yang umum digunakan dalam cetakan elektronik dan larut dalam air.

Kapiler menarik polimer menjadi jaringan pembuluh darah mawar atau xilem. Polimer keluar dari solusi dan merakit sendiri menjadi kawat sepanjang 10 sentimeter.

Lapisan emas yang melampiri PEDOT menuju kabel, para peneliti membuat transistor individu dan menunjukkan rangkaian digital sederhana menggunakan switch.

"Jika kita menggabungkan sensor dengan perangkat pengiriman, kita bisa membuat sistem saraf untuk merekam dan merasakan dan mengatur fisiologi tanaman," kata Berggren.
Electronic plants

Eleni Stavrinidou et al.

Science Advances, 20 Nov 2015, DOI:10.1126/sciadv.1501136
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment