Friday, November 20, 2015

Tubuh Homo floresiensis Menyusut dari Java Man

Penelitian ~ Manusia purba hobbit mengevolusi menjadi spesies baru di pulau terpencil. Homo floresiensis menyusut dari badan besar Homo erectus dari Asia.

H. floresiensis alias hobbit menyusut karena dwarfisme insular atau efek pulau yang terjadi ketika populasi berkembang dalam jarak lingkungan terbatas dan sumber daya sedikit dan wilayah kecil.

Sementara garis keturunan manusia umumnya mengevolusi tubuh dan otak lebih besar dari waktu ke waktu, hobbit menunjukkan bahwa isolasi di pulau-pulau secara substansial membalikkan tren evolusi.

Gigi tidak sama dengan Homo sapiens dan bukan cacat. Gigi juga tidak setara dengan Australopithecus dan Homo habilis. Sebaliknya, mirip anggota klasik H. erectus di Asia yaitu Java Man dan Peking Man.

Selama periode relatif singkat H. floresiensis menyusutkan badan dari 1,5 meter menjadi hanya 0,9 meter dan otak anggur lebih dari setengahnya dari sekitar 820 gram menjadi hanya 390 gram.

"Awal manusia modern bisa kawin campur dengan H. erectus Asia dalam skala kecil," kata Yousuke Kaifu, antropolog National Museum of Nature and Science di Tokyo.


Para ilmuwan menyingkirkan teori yang menyatakan manusia kerdil di pulau Flores adalah manusia modern yang mengalami microcephaly. Sebaliknya mereka mendukung teori bahwa evolusi postur adalah adaptasi lingkungan kecil.

Kaifu dan rekan membandingkan individu 40 gigi H. floresiensis dengan 490 gigi H. sapiens dari Asia, Oceania, Afrika dan Eropa serta gigi berbagai hominin yang telah punah.

Gigi hobbit menampilkan mosaik unik sifat primitif yang terlihat pada hominin awal bercampur dengan ciri-ciri lebih canggih yang terlihat pada hominin di kemudian hari.

Sementara sebagian temuan gigi sedikit mmberi cahaya, teka-teki jalan terus bahwa taring memiliki bentuk asimetris dan geraham relatif pendek dengan 4 katup. Kebanyakan manusia primitif memiliki 5.

Banyak pertanyaan mengenai hobbit tetap di bawah meja. Ada alat-alat batu setua 1 juta tahun di Flores dan mereka punah sekitar 13.000 tahun lalu, tapi nasib semisterius Homo neanderthalensis.

"Sangat mungkin mereka bertemu dengan manusia modern awal yang meluas dari Afrika ke Australia sekitar 50.000 tahun lalu," kata Kaifu.

Apa yang terjadi pada saat itu tidak jelas. Apakah H. sapiens menghapus hobbit melalui genosida atau penyakit, atau kawin campur sehingga genom diserap ke dalam populasi H. sapiens yang lebih besar.

Perdebatan panas menyertai riwayat fosil-fosil terbaring dalam deposit Pleistosen Akhir sejak diangkat tahun 2003 dari gua Liang Bua. Para ilmuwan silih berganti menyanggah bagaimana sifat dan evolusi H. floresiensis.
Unique Dental Morphology of Homo floresiensis and Its Evolutionary Implications

Yousuke Kaifu et al.

PLoS ONE, November 18, 2015, DOI:10.1371/journal.pone.0141614
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment