Tuesday, November 17, 2015

Denisovan Di Siberia Setidaknya 60 Ribu Tahun Lalu

Penelitian ~ Di dalam gigi geraham di gua Siberia menghasilkan DNA orang-orang dari cabang lenyap pohon keluarga manusia, sepupu misterius Denisovan.

Denisovan sudah nongkrong di gua Siberia selatan selama 60.000 tahun atau lebih. Ekstrak DNA nuklir dan mitokondria 2 gigi dari dua yang sama menunjuk milik populasi umum berbeda dari Homo neanderthalensis dan manusia modern.

Sebuah gua di Pegunungan Altai di Siberia selatan terbaring ribuan fragmen tulang belulang di mana setiap musim panas tim ilmuwan Rusia mengkuas satu satu dengan hati-hati.

Sebelumnya DNA hanya diwakili gigi lain dan tulang jari yang ditemukan tahun 2008 dan memasang dating 50.000 tahun. Pada tahun 2010 konfirmasi materi genetik milik garis keturunan disebut Denisovan.

Kerabat Denisovan terdekat adalah Neanderthal yaitu hominin berotak besar dan bertubuh gempal yang memerintah lanskep Eropa dan Asia barat 300 ribu hingga 40 ribu tahun lalu.

Pada tahun 2013 ditemukan tulang kaki Neanderthal dengan cukup materi DNA untuk rekonstruksi seluruh genom. Perkiraan Denisovan dan Neanderthal berpisah dari pohon keluarga lain sekitar 400 ribu tahun lalu.

Pekan ini para ilmuwan mendorong kembali dating lebih tua dari sebuah gigi geraham Denisovan untuk waktu 60.000 tahun bahwa spesies ini mampu berkembang dalam iklim keras selama ribuan generasi.

Sementara Denisovan telah kawin dengan hominin kuno lain yaitu kerabat manusia yang masih misterius, informasi baru menambah bukti bahwa Anda sebagai genus manusia tumpang tindih selama 1 juta tahun terakhir.


"Benar-benar lebih banyak keragaman pada Denisovan dari Neanderthal di Spanyol hingga Altai," kata Bence Viola, antropolog University of Toronto.

Denisovan tinggal di sekitar gua setidaknya 110 hingga 50 tahun lalu atau datang ke wilayah ini setidaknya 2 kali dan bertahan di Siberia yang bukan lingkungan menyenangkan.

Satu hipotesis Neanderthal terdorong laju gletser Zaman Es ke tempat perlindungan yang terisolasi di Eropa selatan. Di sisi lain Denisovan bergerak ke selatan melalui wilayah besar Asia yang bebas gletser.

Penjelasan atas kesenjangan waktu bahwa Denisovan kawin dengan spesies hominin lain yang hidup di suatu tempat di Asia. Hominin yang sudah diketahui adalah Homo erectus, tetapi juga bisa spesies yang tidak terkait.

"Ini secara umum menunjukkan baha mereka memiliki sejarah panjang dengan jumlah besar individu dalam populasi," kata Svante Paabo, evolusionis Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig.
Nuclear and mitochondrial DNA sequences from two Denisovan individuals

Susanna Sawyer et al.

Proceedings of the National Academy of Sciences, November 16, 2015, DOI:10.1073/pnas.1519905112
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment