Skip to main content

Spooky Action at a Distance Sangat Nyata

Penelitian ~ Tes kembali mengkonfirmasi kuantum tidak lagi aneh bahwa belitan kuantum adalah nyata. Einstein salah setidaknya satu hal tentang Spooky action at a distance.

Butuh waktu 51 tahun melakukan apa yang dianggap fisikawan sebagai eksperimen paling kuat untuk memvalidasi spookiness of quantum physics dan laporan terbaru memperbanyak hantu bukanlah hantu.

Dua eksperimen mengkonfirmasi bahwa di dalam dunia kuantum, peristiwa yang terpisah ruang dan waktu, tidak harus independen. Temuan memberikan banyak teknologi baru yang tak terpikirkan.

Dua tes Celah Bebas Bell dilakukan tim National Institute of Standards and Technology (NIST) di Boulder, Colorado, dan tim University of Vienna di basement Hofburg Palace di Wina.

Uji Bell menghasilkan angka acak, tim Boulder menggunakan data dari video dan tim di Wina menggunakan foton terikat dalam belitan terbukti memiliki koneksi yang tidak mengikuti hukum fisika klasik.

Setiap eksperimen memukul banyak partikel lebih terjerat dalam tes Celah Bebas Bell, lebih lanjut mengurangi kesempatan tipis munculnya fluktuasi kebetulan dalam statistik.

Para ilmuwan semakin kuat menyatakan Einstein salah setidaknya satu hal tentang Spooky action at a distance untuk merujuk pada mekanika kuantum yang mendeskripsi perilaku aneh partikel terkecil materi dan cahaya.

Dia khusus merujuk untuk belitan bahwa dua partikel terpisah secara fisik telah berkorelasi properti dengan nilai-nilai yang tidak pasti sampai mereka diukur. Keraguan Einstein luruh hingga para peneliti mampu dengan keyakinan total.

Para ilmuwan memasang partikel cahaya yang identik dan mengirim ke detektor dua lokasi berbeda untuk diukur. Hasil tidak hanya berkorelasi, tetapi juga menghilangkan semua pilihan lain yang dikenal.

Korelasi tidak dapat disebabkan oleh kendali secara lokal seperti alam semesta yang dipikirkan Einstein menyiratkan penjelasan yang berbeda seperti belitan disebut sebagai quantum nonlocality.

Temuan NIST dan University of Vienna lebih definitif dari tim Delft University of Technology di Belanda. Sumber foton dan dua detektor terletak di 3 tempat berbeda. Dua detektor terpisah 184 meter dan satu terpisah 132 meter.

"Anda tidak dapat membuktikan mekanika kuantum, tetapi realisme lokal atau tindakan lokal yang tersembunyi, tidak sesuai dengan eksperimen kami," kata Krister Shalm, fisikawan NIST.

"Temuan kami menyetujui mekanika kuantum yang memprediksi tindakan seram bersama oleh partikel terjerat," kata Shalm.
A strong loophole-free test of local realism, Lynden K. Shalm et al. arXiv, Submitted on 10 Nov 2015, arXiv:1511.03189

A significant-loophole-free test of Bell's theorem with entangled photons, Marissa Giustina et al. arXiv, Submitted on 10 Nov 2015, arXiv:1511.03190

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…