Thursday, November 12, 2015

Industri Madu dan Lilin Lebah Di Awal Pertanian

Penelitian ~ Lebah madu kehidupan manis fajar petanian, jejak kimia membekas titik noda pada tembikar mengarsip penggunaan luas madu dan lilin sedini 9000 tahun lalu.

Hikayat petani kuno memanen lebah yang menyebar ke barat melintasi petak luas hutan dan menoreh lilin lebah atau mungkin mengkonsumsi madu sekitar 9.000 hingga 5.000 tahun lalu.

Sementara pohon kelengkeng di Ambarawa sarang madu Nusantara, fragmen materi organik menempel di tembikar situs pertanian awal menampilkan tanda tangan kimia khas lilin lebah paling tua di Asia Barat Daya dan Eropa.

Analisis terbesar residu kimia pada tembikar membuka kalender pertama Neolitik Old World yang mendokumentasikan meluasnya penggunaan produk lebah di kalangan petani kuno menghias gigi dengan manis.

Ketika gletser mundur di akhir zaman es terakhir, lebah madu Eropa memperluas ke utara. Tapi catatan fosil ekologi lebah tak terlihat untuk sebagian besar 10.000 tahun terakhir.

Seni Stone Age hingga ikonografi Mesir kuno yang kembali ke tahun 2400 SM mengisyaratkan kemitraan panjang ribuan tahun manusia dengan lebah madu Apis mellifera.

Pertanian Neolitik muncul dan menyebar dari tenggara Anatolia dan Levant. Membersihkan hutan menuntut tumbuhan dan pohon, pedesaan pindah ke daerah-daerah yang cocok untuk lebah madu juga

Para ilmuwan melaporkan proyek manis jangka panjang analisis pecahan keramik untuk jejak kimia makanan dan di mana ada lebah madu, ada madu dan lilin dengan tambahan teknologi, ritual, kosmetik dan pengobatan.

"Tampaknya petani pertama di setiap daerah tunggal Eropa mengeksploitasi lebah dari awal pertanian," kata Mélanie Roffet-Salque, kimiawan University of Bristol.

Temuan tertua tembikar berlapis lilin lebah kembali ke milenium 7 SM di Anatolia. Situs madu di Timur Tengah utara dan barat mencapai Inggris modern Inggris dalam kira-kira 3500 SM.

Di antara residu lilin lebah pada pecahan tembikar di laut Anatolia dating kembali ke 5500 SM dan di Semenanjung Balkan antara 5500 SM hingga 4500 SM. Situs di Yunani antara 5800 SM hingga 3000 SM.

Bahkan di sepanjang Semenanjung Balkan adalah teknologi terkaya lilin lebah dengan 5,5 persen dari 1.915 keping pot Zaman Batu membekas biomarker lilin lebah.

Sementara orang Zaman Batu di Austria dan Jerman menggunakan produk olahan lebah 5500 SM dan produk lebah digunakan di Perancis pada paruh kedua milenium ke-5.

"Di atas 57 derajat lintang Bumi kami tidak menemukan lilin lebah dalam pot sama sekali dan kami sudah berusaha keras," kata Roffet-Salque.

"Kami menganalisis 1000 pecahan belah dari Skandinavia hingga Skotlandia dan kami menemukan banyak lipid dan lemak hewan, tetapi tidak ada bukti lilin lebah. Ini batas ekologis lebah madu," kata Roffet-Salque.

Tidak terlalu sulit menjaga sarang lebah, tapi tidak dapat disimpulkan apakah peternakan lebah atau hanya berburu madu dan lilin dari sarang liar. Tidak ada cara untuk membuktikan bahwa petani Neolitik melakukannya.
Widespread exploitation of the honeybee by early Neolithic farmers

Mélanie Roffet-Salque et al.

Nature, 11 November 2015, DOI:10.1038/nature15757
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment