Monday, November 9, 2015

Dakotaraptor steini, Dino Raptor Bersenjata Cakar Clurit

Penelitian ~ Dinosaurus raptor berbulu yang benar-benar mematikan bangkit dari kubur, Dakotaraptor steini karnivora bipedal bersenjata cakar clurit 9,5 inci.

Setidaknya satu dino terbaring di South Dakota berhias tombol-tombol pena bulu pada tulang lengan bawah, pertama kali didokumentasikan bukti bahwa raptor besar memiliki bulu dan cakar besar-besaran.

Dromaeosaurida raksasa mengejar mangsa selama tahap Maastrichtian dari Upper Cretaceous, predator baru mengisi celah ukuran tubuh di tengah theropoda dan tyrannosaurus.

Para ilmuan menambah satu paragraf catatan keanekaragaman theropoda Kapur Laramidia dan secara radikal mengubah hirarki dunia paling menakutkan dalam rekonstruksi paleoekologi.

"Ini benar-benar pesaing Ferrari, berlari sangat cepat, melompat sangat baik dan lincah," kata Robert DePalma, kurator Palm Beach Museum of Natural History.

"Cakar di depan dan belakang tubuh menggambil apa pun dan mengiris-iris menjadi potongan kecil. Ini benar-benar mematikan," kata DePalma.

"Raptor Cretaceous dibangun ringan dan mungkin untuk menandingi kelincahan theropoda kecil setan seperti Velociraptor," kata DePalma.


D. steini yang berjalan Bumi sekitar 66 juta tahun lalu ditemukan tahun 2005 di Hell Creek Formation juga dikenal sebagai rumah terkenal Tyrannosaurus rex dan tiga Triceratops bertanduk.

Panjang 6 meter meraih panggung salah satu raptor terbesar dengan bentangan sayap 1 meter. Satu-satunya raptor dikenal lebih besar adalah Utahraptor panjang 7 meter tapi punah 60 juta tahun sebelum Dakotaraptor muncul.

Para ilmuwan menemukan bulu karena dudukan pena di bawah tulang lengan yang biasanya menunjuk di mana bulu menempel tulang. Meskipun memiliki bulu dan sayap, dinosaurus tidak bisa terbang karena tubuh terlalu berat.

Tujuan bulu sayap masih belum jelas, tetapi beberapa teori menyatakan fungsi perlengkapan persenjataan untuk menangkap mangsa, melindungi telur atau daya tarik seksual.

Hal yang melekat pada Dakotaraptors sebagai monster adalah cakar sabit 9,5 inci sepanjang kurva luar dan lebih besar dari apa yang pernah terlihat dalam kategori dinosaurus.

"Ini sangat lateral dikompresi berarti tersusun untuk menusuk daging. Mereka tidak menginjak-injak sampai mati, tapi mengiris-iris Anda seukuran dadu," kata David Burnham, paleontolog University of Kansas.


Tidak jelas apakah dinosaurus berburu dalam kelompok, tapi Burnham mengatakan ada beberapa bukti mereka melakukan perjalanan dalam formasi karena fosil biasanya menghasilkan lebih dari satu raptor di satu area.

D. steini mengisi relung sistem ekologi selama ini dianggap kosong. Dakotaraptor masuk ke dalam hirarki predator seperti lebih besar dari beberapa makhluk karnivora tetapi lebih kecil dari Tyrannosaurus.

"Di sini Anda melupakan figur yang paling mematikan dalam lanskep rentang waktu tersebut, jadi jelas memiliki efek dramatis untuk interpretasi paleoekologi," kata DePalma.

Meskipun semua penemuan membutuhkan penyelidikan lebih lanjut, para peneliti ingin lebih baik tahu bagaimana Dakotaraptors hidup. Tetapi paling penting menemukan tengkorak yang masih hilang.

"Kami menemukan beberapa celah gigi tapi tidak pernah menemukan tengkorak. Ini hadiah undian para paleontolog jika Anda mendapatkan kepalanya," kata Burnham.
The first giant raptor (Theropoda: Dromaeosauridae) from the Hell Creek Formation

DePalma, Robert A. et al.

Paleontological Contributions, 2015-10-30, DOI:10.17161/paleo.1808.18764
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment