Thursday, November 5, 2015

Ketika Dinosaurus Theropoda Membuka Rahang Besar

Penelitian ~ Dinosaurus theropoda membuka rahang hingga 90 derajat. Teknik rekonstruksi digital memfasilitasi pengujian hipotesis muskuloskeletal regim raksasa.

Tiga dino anggota keluarga theropoda yaitu predator bipedal Allosaurus fragilis, karnivora bipedal Tyrannosaurus rex dan herbivora Erlikosaurus andrewsi dalam penyelidikan kebiasaan makan.

Kompetisi Cretaceous membutuhkan gigitan sengit. T. rex memiliki kompetitor untuk gigitan terbesar, tapi Allosaurus bisa membuka mulutnya lebih lebar jika dari sudut kanan.

Anda tidak mungkin meletakkan wajah ke dalam mulut, tapi predator raksasa A. fragilis penuh deretan gigi pisau benar-benar membuka rahang atas dan bawah maksimal.

Sementara T. rex menjadi kompetitor untuk gigitan terbesar, Allosaurus yang kurang kesohor tapi sama-sama ganas terbukti memiliki mulut terbesar dalam mengejar mangsa Jurassic Age.

Para ilmuwan membangun pencitraan digital 3D memberikan relik brutal apa yang dilakukan mahkluk dengan tengkorak besar-besaran ketika mereka membuka mulut besar.

Allosaurus hidup 155 juta tahun lalu, pemakan daging, pemburu berkepala besar, menyergap dengan sudut rendah dan bersenjata membuka maksimal rahang lebar dari sudut tepat antara 79 hingga 92 derajat.

Tyrannosaurus meskipun dengan fitur serupa berkeliaran di Amerika Utara sekitar 66 juta tahun lalu dan tetap menakutkan membuka rahang ramping yang gesit 63,5 hingga 80 derajat.

"Predator penyergap seperti Allosaurus memiliki rahang terbesar di antara spesies dinosaurus yang konsisten dengan persyaratan predator berburu mangsa yang lebih besar," kata Stephan Lautenschlager, paleontolog University of Bristol.

"Tyrannosaurus dalam perbandingan mengerahkan kekuatan otot terus menerus selama sudut berbeda untuk menggigit daging tebal dan menghancurkan tulang," kata Lautenschlager.

Erlikosaurus, herbivora canggung dengan perbandingan leher panjang, perut cembung dan lengan pendek berakhir dengan 3 cakar panjang menjelajahi Asia Tengah 90 juta tahun menggigit dengan 43,5 hingga 49 derajat.

Allosaurus dan Tyrannosaurus mengandalkan gape rahang maksimal hanya dilakukan dalam kasus-kasus ketika mangsa besar harus ditangkap karena mulut membuka lebih nyaman dengan 28 derajat.

Sementara dunia keras menuntut persenjataan besar, evolusi manusia jelas memanfaatkan inovasi memasak yang mengolah berbagai makanan sehingga keterampilan rahang tidak mengesankan.

Kuda nil herbivora memiliki gigitan bahkan lebih lebar dari dinosaurus mengingat mereka membuka rahang 150 derajat, tetapi kadang-kadang mereka memulung daging ketika sumber makanan favorit langka.
Estimating cranial musculoskeletal constraints in theropod dinosaurs

Stephan Lautenschlager

Royal Society Open Science, 4 November 2015, DOI:10.1098/rsos.150495
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment